Sunday, July 9, 2017

Belajar mencintai sepenuh hati dari Movie Japan "My Love Story"

"Mencintai seseorang itu kadang tidak terlalu menyenangkan. Kau merasakan sakit hati. Air matamu tidak berhenti mengalir. Dan berakhir dengan membenci diri sendiri. Lalu kemudian kau bertanya pada dirimu , mengapa kau bisa mencintainya terlalu dalam???"


Quote diatas kasian banget yak,, mencintai seseorang dengan sepenuh hati tetapi yang ada malah melahirkan sakit hati. Tetapi quotes itu bukan tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Tetapi tentang kisah cinta salah pengertian. Hahahaha mau tau ceritanya, baca reviewnya yuuuk..

Jadi movie ini dirilis pada Oktober 2015. Diangkat dari cerita manga Series dari The Same Name yang ditulis oleh Kazune Kawahara & Aruko. Dan setelah di angkat ke Layar Lebar, masyarakat Jepang sangat antusias. Hingga Box Office ini meraih penghasilan sebanyak 6,8 Juta Dollar (sumber wikipedia)

Movie yang tayang selama 108 menit ini bercerita tentang kisah cinta anak SMA bernama Takeo Goda diperankan oleh Ryohei Suzuki. Dia anak SMA yang baik hati. Dia juga salah satu siswa yang populer, tetapi hanya populer di kalangan siswa pria. Sedangkan siswa wanita memandangnya rendah. Karena Takeo berbadan besar dan berwajah sangar. Anak-anak perempuan bahkan memanggilnya dengan sebutan om-om, gorilla, monster, dan nama-nama jelek lain. Em, kalo menurutku, Takeo ini mirip sama Giant di Anime Doraemon, dengan alis Sinchan, dan cambang ala Elvis. Hihihi,, wajahnya unik, lucu, dan ngegemesin.

Takeo anak yang baik, dia selalu berusaha untuk membantu setiap orang yang kesulitan. Di awal cerita, dia menolong anak kecil yang nyaris tenggelam. Tetapi karena wajah Takeo sangar, jadilah anak kecil yang ditolong itu menangis histeris seperti melihat monster. Hahaha, scene ini lucu tetapi sekaligus menyedihkan gara-gara Takeo yang menolong anak tersebut malah dikira penculik. Walaupun begitu, Takeo masih tetap berusaha menolong siapa pun yang membutuhkan. Takeo mempunya seorang sahabat yang selalu bersamanya. Namanya Makoto Sunakawa diperankan oleh Kentaro Sakaguchi. 
Sunakawa yang keren & Takeo yang baik hati
Berbeda dengan Takeo, Sunakawa yang berwajah tampan dan cerdas, dikagumi oleh gadis-gadis di manapun ia berada.  Bahkan gadis yang disukai Takeo sejak SMP, juga menyukai Sunakawa. Karena mengetahui gadis pujaan hatinya menyukai sahabatnya sendiri, ia pun mundur perlahan. Dan merasa bahwa sahabat dan gadis pujaan hatinya pantas untuk berbahagia. Tetapi hingga hampir menyelesaikan sekolah SMA, Sunakawa belum pernah sekalipun berpacaran. Ia bahkan lebih sering bersikap dingin pada gadis-gadis yang menyukainya.

Hingga suatu hari, Takeo menolong gadis cantik dari gangguan pria yang akan berlaku kasar. Gadis cantik itu bernama Rinko Yamato diperankan oleh Mei Nagano. Sejak Hari itu, Yamato langsung jatuh hati pada sosok baik hati Takeo. Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya pada Takeo, ia lalu membuat kue dan mengajak Takeo dan Sunakawa makan bersama. Takeo sangat berbahagia karena bisa mencicipi kue enak buatan Yamato. Ditambah lagi senyum manis Yamato yang selalu membuat hati nya berbunga-bunga. Takeo merasa jatuh cinta pada sosok Yamato yang manis.

Yamato yang cantik
Lalu dengan malu-malu, Yamato lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Sunakawa yang juga sedang makan kue. Yamato lalu bertanya apakah dia sudah punya pacar? Takeo dan Sunakawa sama-sama tersentak kaget. Yamato lalu meminta maaf karena terlalu berterus terang. Takeo yang punya pengalaman patah hati sebelumnya lalu merasa kalau pengalaman patah hati nya akan terulang lagi. Yamato pasti sama dengan gadis-gadis lainnya. Pastinya ia akan suka pada sosok Sunakawa yang keren. Ia lalu beranjak dari tempat duduknya mencoba memberi ruang pada Yamato agar bisa menyampaikan perasaan nya langsung pada Sunakawa. 

Dan sejak saat itu, ia lalu berjanji pada dirinya sendiri agar berusaha yang terbaik untuk mempersatukan mereka berdua. Ia tahu kalau Yamato adalah gadis yang baik untuk sahabat kecilnya, Sunakawa. 
Takeo melihat Yamato dan Sunakawa dari kejauhan
Hari berganti hari, Yamato semakin dekat dengan sosok Takeo dan Sunakawa. Hampir tiap hari ia membawakan kue dan makanan untuk mereka berdua. Dan hampir tiap hari pula Takeo berusaha keras untuk membantu Yamato mendapatkan Hati Sunakawa sekaligus meruntuhkan perasaan sukanya pada Yamato. Takeo bergabung dengan berbagai macam ekstrakurikuler agar bisa melupakan wajah manis Yamato saat tersenyum.


Yamato menyiapkan makanan kesukaan Takeo
Dalam tiap kesempatan bertemu, Yamato selalu membawa makanan dan kue yang enak. Ia bahkan membuat makanan kesukaan Takeo. Dan sebagai rasa terima kasihnya, Takeo akan memberikan berbagai macam informasi tentang diri Sunakawa pada Yamato. Takeo mengatakan kalau Sunakawa adalah pria yang baik. Dia sangat populer tetapi sampai sekarang dia masih belum punya pacar. Takeo juga bingung mengapa Sunakawa masih belum punya pacar padahal ia selalu dikelilingi oleh gadis-gadis yang cantik. Takeo lalu mengatakan bahwa Sunakawa sangat cocok dengan diri Yamato. Ia bisa menjamin Sunakawa bisa membahagiakan Yamato. Mendengar itu, Yamato tersenyum sambil meneteskan air mata. Takeo bingung mengapa Yamato pergi dengan wajah sedih. 


Diperjalanan pulang ke rumah, Yamato lalu bertemu Sunakawa. Ia menceritakan kalau dirinya tidak cukup pantas untuk menyukai sosok Takeo. Padahal Yamato sudah jatuh hati pada Takeo sejak ia menolongnya dari orang yang jahat. Yamato lalu berpikir bahwa ia harus menyerah dan berhenti untuk berusaha merebut hati Takeo. Karena Takeo selalu berusaha menghindarinya dan menjodohkan nya dengan orang lain.  Sunakawa yang sejak awal tahu Yamato telah jatuh hati pada Takeo, lalu memberi semangat pada Yamato agar tak menyerah. Ia lalu menceritakan pertemuan pertamanya dengan Takeo. Waktu kecil, Sunakawa adalah anak penyendiri. Karena selalu sendiri, ia dia dianggap aneh oleh teman-teman sebayan nya. Ia lalu di bully oleh teman-temannya. Tetapi saat itu, Takeo lalu membelanya dan tidak membiarkan satu orang pun mengganggunya. Dan sejak saat itu Sunakawa menganggap Takeo adalah sahabat yang berharga. Mendengar cerita Sunakawa, Yamato tersenyum bahagia. Ternyata ia tak salah menyukai seseorang seperti Takeo.

Akhirnya Yamato memutuskan untuk tidak menyerah. Ia berjanji akan berusaha yang terbaik untuk mendapatkan hati Takeo. Ia membeli berbagai macam peralatan memasak, membeli bahan bahan kue dan bahkan belajar berbagai macam resep kue dari toko roti agar bisa membuat kue yang enak untuk Takeo. Ia juga rela datang jauh-jauh menemui ibu Takeo untuk mengetahui makanan kesukaan Takeo. 


Takeo yang bodoh dan tak punya rasa percaya diri terus merasa kalau ia tak pantas menerima kebaikan hati Yamato. Ia terus mendorong Yamato agar lebih dekat dengan Sunakawa dibandingkan dengan dirinya. Aku yang nonton sampai gemes liat dia. 

Tetapi yah, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Usaha terbaik pasti akan membuahkan hasil terbaik. Di akhir cerita, sedikit demi sedikit Takeo mendapatkan petunjuk bahwa sesungguhnya yang disukai oleh Yamato sejak awal adalah dirinya. Bukan Sunakawa...

Hufftt,, syukurlah happy ending. Aku yang nonton jadi gemes banget. Yamato sebagai wanita sangat sulit untuk mengatakan perasaannya langsung pada Takeo. Ia berusaha menunjukkannya lewat tindakan. Tetapi Takeo sebagai cowok gak peka banget. Malah menganggap dirinya sangat rendah dan tidak pantas untuk dicintai. 

Seburuk apapun diri kita, sesungguhnya kita tetap pantas untuk dicintai. Rasa cinta yang akan membuat kita bertahan melalui masa sulit dalam kehidupan. Jadi saat ini, jika kau belum menemukan seseorang yang mencintai dirimu. Kenapa tak kau awali dulu dengan mencintai orang-orang disekitarmu. Karena cinta adalah bahasa universal. Bukan hanya tentang sepasang kekasih. Tetapi juga cinta pada keluarga, sahabat, dan juga lingkungan sekitar. Mari kerahkan usaha terbaik kita untuk menujukkan rasa cinta pada sesama. 





0 comments:

Post a Comment