Minggu, 12 Maret 2017

Asal Nama Samaratul Qalbi

Ok Let me Introduce my self.. My name is Samaratul Qalbi. And Just call me Arha. But it's not my real name.. Yeah not my real name ^_^

Yah seperti itulah kira-kira profil ku di blog ini. Di blog Goresan Pemula ini, aku lebih suka menyebut namaku Samaratul Qalbi. Bukan berarti nama indah yang dianugerahkan ayah dan ibuku tidak bagus. Hanya saja aku ingin memiliki nama pena seperti orang lain. Nama yang dengannya bisa mencerminkan tulisanku. Dan asal tahu saja, bahwa sosok Samaratul Qalbi yang tercermin dalam tulisaku di blog ini agak berbeda dengan sosok diriku yang sebenarnya di dunia nyata. Dan kupikir itu sah sah saja. 

Samaratul Qalbi yang tercermin dari blog ini adalah sosok energik, periang, dan bersemangat. Sedangkan diriku di dunia nyata berbanding terbalik. Diriku di dunia nyata lebih sering tak terlihat. Beberapa orang disekitarku seperti menganggapku tak ada. Mereka tak menyadari kehadiranku walaupun aku sebenarnya ada disitu. Aku yang di blog ini sangat cerewet dan sering bercerita tentang hal-hal tak penting. Berbeda sekali dengan diriku di dunia nyata. Diriku yang sebenarnya tidak terlalu suka berbicara. Yah aku malas mengeluarkan suaraku. Seandainya bisa menjawab pertanyaan dari seseorang lewat tulisan dan tak perlu mengeluarkan suara. Aku lebih memilih menjawab dengan menulis saja. Berbicara kadang membuatku merasa takut. Aku takut perkataanku menyakiti hati orang lain. Selain itu berbicara panjang lebar kadang membuat energiku cepat habis. Jadi aku lebih memilih diam. Bukankah diam adalah emas???

Dan karena jarang berbicara, orang-orang disekitarku kadang tak menyadari kehadiranku. Ok tak apa, walaupun kadang-kadang sedikit terasa menjengkelkan T_T

Oh, yah nama Asli ku cuma terdiri dari enam huruf. Irit banget. Di akta lahir kayak gitu. Syukur di ijazah nama ku bertambah jadi dua kata. Mungkin orang yang nulis ijazahnya kasian liat nama ku yang irit banget. Ditambahkanlah nama ayahku juga dibelakangnya.

Namaku R-O-H-A-N-I. Teman-teman ku sering memanggilku Roh, Rohan, Rohaye, Rojali Atau diplesetkan jadi Rohit. Ckckck. Padahal namaku punya arti yang sangat bagus. Yah Rohani berarti Jiwa atau batin. Ayah dan ibuku berdoa agar aku tumbuh menjadi manusia yang jiwa nya dan batinnya selalu bersih. Amin. 

Nama Samaratul Qalbi ini kudapat pertama kali dari kamus bahasa Arab ayah. Jadi ceritanya waktu itu, ibuku sedang hamil anak kedelapan. Iyah kedelapan. Banyak ya ^_^ iyah, ayah dan ibuku orang tua yang luar biasa. Ayahku mengikuti Sunnah Rasulullah Saw untuk memperbanyak keturunan. Dan aku yang waktu itu mengetahui bahwa adik ku akan segera lahir, juga turut bergembira. Kadang ayahku sedikit bingung memberi nama pada anaknya, maka aku menawarkan diri untuk membantu mencari nama yang indah. Dan akhirnya aku menemukan nama Samaratul Qalbi ini di kamus Bahasa Arab. Samaratul Qalbi memiliki arti buah hati. Manis banget kan...

Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, akhirnya adikku terlahir ke dunia pada tanggal 29 Februari 2012. Syukur Alhamdulillah lahir normal dan sehat walaupun agak lebih cepat dari perkiraan. Yah, adik bungsuku ini lahir prematur. Dan ternyata adik kecil ku ini lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Yah, aku tak bisa menawarkan nama Samaratul Qalbi ini pada ayah. Karena pastinya akan ditolak, wkwkwkw. Dan akhirnya adik bungsuku itu diberi nama Muhammad Furqan yang berarti pembeda antara yang haq dan yang batil. Karena nama Furqan agak susah untuk disebut, aku lalu memanggilnya Aan atau ukkang. 

Adik bungsuku ini sangat menggemaskan, dia tumbuh dengan sangat baik. Dari bayi kecil mungil menjadi sangat chubby di usia 9 bulan. Badannya montok, Wajahnya bundar, dan kulitnya kuning langsat. Aku suka sekali menggendong dan memeluknya. Karena dia mirip sama boneka teddy bear. 

Di usia 10 bulan, kami merasa ada yang aneh dengan perkembangan teddy bear kami itu. Saat makan, ia akan sangat antusias dan lahap. Tetapi beberapa detik setelah menyelesaikan makannya, ia akan langsung memuntahkan semua yang telah ia makan. Bukan hanya lewat mulut tetapi juga lewat hidung. Selain itu, di usia 10 bulan Aan masih belum bisa duduk sendiri atau merangkak. Keningnya juga selalu terasa hangat. Ayah dan ibuku lalu membawanya ke dokter spesialis anak. Lalu kata pak Dokter, Aan kami terkena sindrome wajah seribu atau dalam bahasa kedokteran disebut sindrome down. Oleh karena itu ia memiliki keterlambatan gerak dan pertumbuhan. Kata pak Dokternya, kita hanya perlu sering-sering mengajak Aan ngobrol dan melatih sel-sel motoriknya. 

Aan ku itu sama sekali tak tampak sakit, ia sangat ceria dan tertawa riang saat kami kakak-kakaknya mengajak nya ngobrol. Hingga di usia 10 bulan dua minggu, Aan ku terkena demam beberapa hari. Ayahku lalu membawanya ke dokter praktek yang memiliki klinik tak jauh dari rumah kami. Dokternya hanya memeriksa sejenak dan diberi obat. Selang dua hari, demam nya tak turun, malah Aan jadi muntah dan buang-buang air. Seorang tetangga yang juga berprofesi sebagai apoteker, lalu menyarankan untuk membawa segera ke rumah sakit. Karena bisa jadi obat dari dokter sebelumnya tak cocok untuk Aan. 

Selang beberapa jam, sebelum dibawa ke rumah sakit. Demam Aan semakin tinggi, ia kejang-kejang. Matanya terus melihat keatas. Ibuku tak sanggup menahan air matanya. Untung saat itu para tetangga sedang ada di rumah, dan langsung bergerak cepat membantu orang tuaku membawa Aan kami ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, Ayaku langsung menelepon dan mengatakan bahwa Aan langsung dimasukkan ke ICU. Aku yang saat itu diberi tugas untuk stay di rumah dan jaga adik-adikku yang lain tak dapat membantu apa-apa. Aku hanya bisa berdoa agar Tuhanku memberi yang kesembuhan untuk Aan kami. Malam hari nya, sesaat setelah adik-adikku yang lain tidur. Aku juga merebahkan diri di kamar tempat biasa aku bermain dengan Aan. Entah kenapa tiba-tiba air mataku mengalir deras dan aku pun tertidur. Beberapa menit sebelum adzan subuh berkumandang, ponsel yang kutaruh dekat telinga ku berdering. Telepon dari ayah. Aku sudah merasakan firasat buruk. Aku agak sedikit takut mengangkatnya. Setelah menenangkan diri sejenak lalu mengangkat telepon. Dan firasatku benar, dengan suara bergetar ayah mengabarkan kalau adikku tercinta telah dipanggil Yang Maha Kuasa 10 menit yang lalu. Ah,, Aan kami telah lebih dulu menghadap Sang Pencipta. Bahkan diusianya yang belum genap setahun.

Dan oleh karena itu, aku memakai nama Samaratul Qalbi ini. Untuk terus mengingat sosok teddy bearku yang imut dan menggemaskan itu. Dan untuk menciptakan diriku yang lain dalam sosok yang lebih energik, semangat dan selalu ceria. 


8 komentar:

  1. Begitu penk asal mulanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaps jeng,,begitu asal mulanya itu nama

      Hapus
  2. Sukaaa kisah nya, salam kenal mbak Rohani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir ^_^
      Salam kenal balik

      Hapus
  3. Semoga Aan menjadi penyemangat ya mba

    BalasHapus
  4. Ada behind the scene na ya Mbak. Semoga selalu jadi penyemangat ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir mbak Wahyu ^_^
      Insya Allah bisa menjadi penyemangat unt lbh baik lagi
      Amin

      Hapus