Sunday, March 19, 2017

Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Naik pesawat... Yuhuuuu...Bahagia nya,, serasa naik baling-baling bambunya Doraemon. Karena dari balik jendela kita bisa langsung menikmati indahnya awan awan putih yang menggumpal seperti berton-ton kapas


Pengalaman pertama itu selalu menyisakan cerita seru. Dan untuk postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pertama saya naik burung besi yang mampu menembus awan-awan itu.

Untuk ukuran anak kampung yang hidup sangat jauh dari ibu kota, naik pesawat itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Jangankan naik pesawat, saat masih kecil melihat ada pesawat yang melintas di atas rumah kami saja, sudah membuat kami girang bukan main. Entah itu saat kami sedang asyik menonton TV atau sedang asyik bermain, saat mendengar deru pesawat, kami akan berhambur keluar rumah untuk melihat bentuk pesawat itu atau sekedar berteriak dan melambaikan tangan pada pesawat itu. Kalau sekarang aku berpikir, mengapa saat kecil kami sering melakukan hal itu? Em, aku tak menemukan jawabannya. Itu refleks saja kami lakukan karena sangat excited melihat ada benda besar dan berat yang mampu terbang di antara awan-awan.

Beranjak besar, aku tak lagi berteriak atau melambaikan tangan saat ada pesawat lewat. Aku hanya sedikit berpikir, kapan aku bisa naik burung besi itu juga. Di kepalaku, yang bisa naik pesawat itu adalah orang-orang kaya, karena yah..tiket pesawat kan mahal. Aku juga berpikir, aku naik pesawat mau kemana? Toh sanak famili ku semuanya tinggal di provinsi yang sama dengan ku. Jadi tak ada cerita berkunjung kerumah keluarga jauh dengan naik pesawat. Hingga suatu hari tepatnya, Desember 2014 aku akhirnya bisa naik pesawat. HAHAHAHA senangnya bukan main. 

Jadi ceritanya, waktu itu aku sedang iseng mendaftar untuk ikut Test CPNS Kementrian Sosial. Saat mendaftar aku tahu bahwa ada beberapa tahapan test lanjutan yang akan dilaksanakan di Luar Sulawesi. Waktu itu aku berpikirnya, jangankan bisa ikut test lanjutan, bisa lulus test berkas nya saja sudah syukur. Jadi sesaat setelah mendaftar aku santai-santai saja. Aku tak ada persiapan sama sekali. Sedangkan teman-teman ku yang lain yang juga ikut mendaftar, sudah grasak grusuk untuk mempelajari soal-soal test tahun lalu, bukan hanya dari buku panduan lulus test CPNS tetapi juga soal-soal dari Internet. 

Lalu beberapa saat kemudian, pengumuman hasil test berkas sudah keluar, kita hanya tinggal mengecek saja di website yang tersedia. Dan syukur alhamdulillah nama ku ada disana. Aku lulus seleksi berkas, dan berhak ikut test CAT CPNS. Karena aku sudah lulus seleksi berkas, aku jadi agak serius. Aku mulai hunting soal-soal dari internet juga, minta doa dari ayah dan ibu juga. Minta doa dari saudara, teman dan sahabat juga. Karena aku percaya semakin banyak yang mendoakan kita, maka jalan kita akan semakin mudah. Dan hari ujian pun tiba, aku grogi setengah mati, karena aku tahu persiapanku sangat kurang. Ini juga menjadi pengalaman pertama ku mengikut Test CAT-CPNS. Test CAT sendiri merupakan singkatan dari Computer Assisted Test. Jadi mengerjakan soal testnya semua memakai kompter, tak ada lagi kertas soal dan lembar jawaban ujian. Kita tak perlu lagi berlelah-lelah melingkari dan menghitamkan kode jawaban. Kita cukup memainkan mouse di tangan dan tinggal mengklik jawaban yang kita anggap paling benar. 

Source: https://pendaftaran-cpns.blogspot.co.id
Kalau menurutku, Test CAT CPNS ini lebih efisien dibandingkan dengan test tertulis dengan lembaran soal dan kunci jawaban. Selain menghemat kertas juga menghemat tenaga. Waktu itu, aku duduk di barisan tengah dekat tembok. Karena sebelumnya aku belajar tidak sungguh-sungguh. Akibatnya, saat melihat soal ujiannya, aku sempat syok. Aku tak tahu harus menjawab apa. Setelah kubaca berulang-ulang soal ujiannya, aku ternyata bisa menjawab dengan logika saja. Alias asal klik klik jawaban yang sesuai dengah hati. Wkwkwkwkw. Tetapi beberapa saat sebelum ujian berakhir, panitia pengawas ujian lalu mengumumkan kalau hasil dari test nya bisa langsung dilihat di papan pengumuman beberapa menit setelah ujian. Jadi akan dirangking, mulai dari nilai paling tinggi sampai nilai terendah. Dan kita bisa langsung tahu apakah lulus atau tidak. Mendengar itu aku langsung keringat dingin. Oh tidak, bagaimana seandainya namaku berada di posisi paling bawah, karena tadi asal jawab saja. Aduh pasti bakal malu banget. Bodohku jadi keliatan. Aku lalu memandang sekeliling ruangan. Semuanya tampak cerdas dan percaya diri. Tetapi bagus nya, aku tak mengenal satu orang pun. Berarti saat nilai ku paling rendah, aku tak perlu terlalu takut, toh tak ada yang mengenalku juga. Hahahaha.
Beberapa menit lagi ujian berakhir, beberapa orang sudah beranjak keluar dari ruangan. Sedangkan aku masih main-main dengan mouseku. Sebenarnya, aku sudah selesai sejak beberapa menit yang lalu. Tinggal klik selesai dan maka skor ujian akan langsung muncul di layar komputer. Tetapi masih agak ragu. Lalu tiba-tiba, seorang panitia pengawas muncul di belakangku. Mungkin dari tadi dia memperhatikan gerak gerikku. Dia lalu menatap layar komputer ku, lalu bilang, yah tinggal klik itu saja. Hufffttt...akhirnya aku harus menahan malu dihadapan bapak itu, karena pasti skor ku sangat rendah. Dengan ragu-ragu aku lalu mengklik selesai dan jeng.. skor ku muncul di layar. Bapak itu lalu menatap sebentar layar komputer ku, lalu berucap skornya lumayan bagus, selamat ya. Mendengar itu, aku tersipu malu. Wuah aku tak percaya bisa dapat skor bagus. Beberapa menit kemudian, hasil test benar-benar sudah terpasang di papan pengumuman. Dan namaku ada di urutan keempat. Wuah,,, ini benar-benar karena kekuataan doa dari orang-orang terdekatku. Dan aku lulus test CAT dan bisa ikut test Lanjutan. 
Setelah menunggu beberapa saat, aku pun mendapat panggilan untuk mengikuti Psikotest di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Itu artinya harus kesana naik pesawat. Hum, setelah berpikir sejenak, aku lalu memutuskan mundur saja. Karena biaya tiket pesawat kan mahal, terus kemungkinan untuk bisa lulus kecil. Aku masih harus bersaing dengan 99 orang dari seluruh wilayah Indonesia. Dan hanya akan ada dua orang yang akan lulus di tahap akhir. Tetapi entah karena apa, ibu ku lalu menyuruhku untuk mencoba saja dulu. Gagal jadi pengalaman. Orang tuaku bersedia membiayai tiket dan penginapanku selama dua hari disana. Wuah, aku melompat kegirangan. Soalnya ini kali pertama aku cepat dapat ijin dari orang tua. Dibayarin pula. Biasanya orang tuaku itu overproctective banget. Aku gak boleh terlalu jauh dari rumah. Aku harus jelas perginya dengan siapa. Dan tujuannya apa. Setelah mendapat izin dari orang tua, udah dibeliin tiket pesawat sama kakak, udah cari informasi tentang tempat pelaksanaan testnya. Akhirnya aku fix berangkat.

Hufft,, aku deg deg an setengah mati. Karena ini jadi pengalaman pertama ku menginjakkan kaki di bandara. Naik burung besi yang dulu selalu kuteriaki saat kecil, dan mengunjungi ibukota Jakarta yang hanya bisa kusaksikan di layar kaca. Pengalaman pertama ini jadi semakin membuatku deg-deg an karena aku hanya berangkat seorang diri. Aku tak punya teman atau kenalan yang bisa menemani menunggu selama di bandara dan di dalam pesawat. Sehari sebelum berangkat, ayah dan ibuku menelpon dan memberi semangat dan doanya. Sahabat-sahabat terdekat juga menyarankan untuk ini dan itu. Aku jadi berasa mau pergi jauh dan lama banget. Padahal cuma dua hari dan hanya ke Jakarta. Ckckckckck.. di mata mereka aku itu sosok lemah dan penakut banget. Tetapi memang begitulah adanya. Hahahah

Aku pun sampai di bandara di antar oleh kakak laki-lakiku. Beberapa saat sebelum masuk di pintu bandara, tiba-tiba seorang ibu-ibu dengan troli dan tumpukan kardus menghampiriku. Ia lalu bertanya aku hendak kemana, naik pesawat apa dan berangkat jam berapa. Aku lalu menjawab semua pertanyaan nya. Ternyata ibu itu satu pesawat denganku. Ibu itu lalu meminta tolong menitipkan beberapa kardusnya di bagasi ku. Karena aku hanya membawa satu ransel saja. Tentu saja aku siap membantu. Setelah itu, kakak laki-laki meminta tolong pada ibu itu agar mengawasiku juga karena ini merupakan pengalaman pertama ku naik pesawat dan menginjakkan kaki di ibu kota. Ibu itu lalu mengiyakan. 

Singkat kata, aku kemudian masuk ke dalam bandara bersama ibu itu. Ibu Itu bernama Bu Reni. Ia menjelaskan banyak hal tentang apa-apa yang harus kulakukan. Setelah itu dia bercerita banyak hal tentang anak-anaknya dan kehidupannya. Ibu itu sangat ramah dan baik hati. Sebelum naik kedalam pesawat ia juga memberiku bekal beberapa bungkus roti. Katanya perutku tak boleh kosong saat naik pesawat. Ah senangnya bertemu orang baik. Di dalam pesawat tempat duduk ku dan tempat duduk  bu Reni terpisah beberapa kursi. Tetapi selama dalam pesawat, aku melihat bu Reni beberapa kali membalikkan badan untuk melihat keadaanku. Saat pesawat akan tinggal landas, perutku mulai bergejolak. Aku merasakan isi perutku akan naik keatas. Syukurlah tadi sebelum berangkat aku tidak makan terlalu banyak. Pasti akan sangat memalukan jika naik pesawat dan kita muntah.

Saat pesawat sudah terbang dengan stabil, aku yang duduk dekat jendela bisa melihat cantiknya awan - awan putih yang berserakan di luar pesawat. Aku lalu membayangkan bisa tidur dan bermain-main di atas tumpukan awan-awan putih itu setelah disemprotkan alat ajaib doraemon. Pasti menyenangkan sekali. Lamunanku itu langsung buyar karena merasa pesawat sedikit berguncang. Hari itu cuaca agak sedikit buruk, beberapa kali pilot mengumumkan hal-hal penting yang tidak terlalu kuperhatikan, karena aku sibuk menenangkan diri dengan mendengarkan lagu-lagu dari mp3 ku. Di dekatku duduk seorang gadis muda juga. Untuk mengurangi rasa gelisah, aku lalu membuka obrolah ringan dengannya. Syukurlah dia juga ramah. Namanya Nina. Dia asli medan, sempat kuliah di UI lalu baru-baru ini mendapat pekerjaan di BPN Makassar. Aku lalu merekomendasikan beberapa makanan khas makassar yang harus dia cicipi. Serta tempat-tempat menarik yang harus ia kunjungi untuk lebih mengenal Makassar. Berkat obrolan dengan Nina itu, rasa gelisah ku menjadi terlupakan. Dan perjalanan menegangkan pertamaku naik pesawat bisa kuatasi. Dan di tahap psikotest aku akhirnya gagal.. Yah, aku gagal menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil.. tetapi tak apa, kita bisa coba lagi lain waktu.. Ganbatte



Wednesday, March 15, 2017

Hal Yang Menyebabkan Kita Lupa Merasa Bahagia

Akhir-akhir ini di Sosmed sering baca tagar #Janganlupabahagia.. Hem, emang bahagia aja perlu diingatkan ya? Perlu. Perlu sekali malah. Karena perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin canggih dewasa ini membuat manusia semakin kehilangan makna bahagia yang sesungguhnya. Aku sendiri bahkan sering bertanya pada diriku sendiri, Apa aku sudah merasa bahagia? Kalau mau merasa bahagia, itu harus dicari dimana? Tak perlu dicari kemana-mana, cukup temukan di hati mu saja, itu kata salah satu buku yang pernah ku baca. Lalu Kenapa akhir-akhir ini, banyak orang yang selalu mengingatkan agar kita tak lupa bahagia? Mungkin karena beban kehidupan semakin berat sehingga tersenyum pun rasanya sulit sekali. #eaaa...entahlah dapat kata-kata itu dr mana ^_^

Misalnya neh.. Ada dua orang yang memiliki keadaan yang sama. Sama-sama memiliki tubuh yang sehat dan tanpa cacat, memiliki penghasilan yang sama, memiliki kendaraan yang sama, dan makanan-makanan enak. Tetapi salah satu dari mereka terus memasang wajah cemberut tiap harinya, terus mengeluh, dan hanya mengeluarkan kata-kata negatif. Sedangkan yang satunya lagi, Senyum tak pernah hilang dari wajahnya, bersemangat, penuh energi dan selalu  memberi aura positif pada sekitarnya. Lalu apa yang salah dari pihak yang pertama? Jawaban nya cuma satu, Itu karena ia tak merasa bahagia dengan hidupnya.

Ok, kalau gitu kita perlu cek dulu apa saja tanda-tanda yang menyebabkan kita kadang lupa merasa bahagia.


1. Rasa Syukur yang mulai hilang dari dalam hati kita

    Ini biasa menjadi faktor utama kenapa kita tidak merasa bahagia, yaitu Rasa syukur yang mulai hilang dari dalam hati kita. Saat kita mulai membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Saat kita sering melihat keatas dan lupa untuk melihat kebawah. Saat kita melihat orang lain lebih bahagia daripada hidup kita. Travelling keluar negeri hampir tiap tahun, dapat beasiswa Keluar Negeri dengan mudah, Punya Karier yang cemerlang, Punya Rumah dan Kendaraan Keren tanpa perlu bersusah payah banting tulang seperti kita. Lalu apakah mereka memang betul mendapatkan semua itu dengan mudah? Tentu saja tidak. 

Kita terlalu sering hanya melihat kehidupan orang lain hanya dari luarnya saja. Kita mungkin tak pernah tahu bagaimana dia bekerja siang dan malam untuk mengumpulkan uang. Kita tak pernah tahu bagaimana dia bersusah payah menahan godaan belanja ini itu untuk bisa travelling. Kita tak pernah tahu bagaimana dia belajar dengan sangat tekun dan tidur hanya tiga jam tiap malam. Yah, kita tak pernah tahu tentang kehidupan asli mereka. Jadi mulai dari sekarang, kita harus berhenti membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain yang terlihat lebih bahagia dari kita.


Sebaliknya, harusnya kita dengan hidup kita sekarang, yang mungkin belum bisa punya rumah impian tetapi masih punya tempat tinggal yang nyaman untuk berteduh dari panas matahari dan dinginnya malam itu bersyukur. Dibandingkan orang-orang yang terpaksa hanya tidur di pelataran toko beralaskan koran untuk menahan dinginnya malam. Dan saat belum bisa punya kendaraan mewah, kita juga masih tetap bersyukur karena diberi tubuh yang sempurna. Masih punya kaki untuk berjalan. Bebas melangkah kemana saja yang kita mau. Bersyukurlah karena memiliki itu. Sebab sangat banyak orang di luar sana yang terlahir tak sempurna. Jadi jika ingin merasa bahagia, pertama-pertama syukurilah segala hal yang hadir dalam hidup kita saat ini.


Bersyukur bukan hanya tentang menerima kehidupan kita dengan ikhlas, tetapi bersyukur juga berarti kita harus menjalani hidup kita dengan sebaik-baiknya"





2. Ketika kita masih terpenjara di masa lalu

        Beberapa waktu lalu, saya menonton Movie Jepang yang berjudul "Ao Haru Ride" di film itu Sang Tokoh Utama Pria selalu merasa bahwa ia tak punya hak untuk berbahagia. Itu karena ia masih hidup di masa lalu. Ia selalu di hantui kenangan buruk tentang ibu nya yang meninggal dunia karena suatu penyakit, dan ia sebagai anak tak tahu menahu tentang penyakit ibunya tersebut. Karena hal itu, ia merasa tidak pantas untuk merasakan kebahagiaan. Ia menghukum dirinya sendiri karena telah lalai terhadap ibunya. Padahal yang terjadi, ibunya sendiri yang merahasiakan penyakit itu pada anaknya, dengan alasan tak ingin membuat anaknya khawatir. Inilah yang disebut terpenjara dalam masa lalu dan memusuhi diri sendiri. Dan peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan melawan diri sendiri. Peperangan ini tak akan pernah usai sampai kita mengalah dan memaafkan diri sendiri. Mengikhlaskan yang sudah terjadi. Dan berhenti hidup di masa lalu. 
       Masa lalu, masa yang telah lewat. Sesuatu yang tak akan bisa kita ubah lagi jalan ceritanya, kita putar ulang lagi kisahnya. Walaupun begitu masa lalu tetap bisa kita ambil hikmahnya. Pahami bahwa segala hal yang terjadi dalam hidup kita pasti mempunyai alasan mengapa itu harus terjadi. Segala rasa sakit dan kenangan buruk yang terjadi dalam hidup kita harusnya tak membuat kita lemah. Justru apabila kita bisa menghadapi rasa sakit itu, kita akan terlahir kembali sebagai pribadi yang kuat. Hidup ini cuma sekali kawan, jadi jangan kita isi hanya dengan kekecewaan dan penyesalan. Setiap kesalahan yang telah kita perbuat harusnya mengajari kita tentang sesuatu. Tentang sesuatu yang tak boleh kita ulangi lagi. Jadi jika ingin merasa bahagia, maafkan diri sendiri dan hiduplah di saat ini bukan di masa lalu atau masa depan. 
     


3. Dendam dan Benci yang memenuhi hati kita

     Apakah kau tahu bahwa rasa benci dan dendam yang ada di hati kita itu ibarat kita sedang menggenggam api. Sebelum api itu kita lempar pada orang yang kita benci, api itu telah melahap tangan dan diri kita terlebih dahulu. Yah, rasa dendam dan benci akan menyiksa jiwa dan hati pemiliknya. Hati kita akan merasa seperti dipenjara dan terus merasa kesal saat melihat orang yang kita benci semakin bahagia dengan hidupnya. Lalu waktu kita akan habis hanya untuk berpikir bagaimana agar hidup orang yang kita benci itu hancur berantakan. Tanpa kita sadari bahwa sebelum hidup orang yang kita benci itu hancur, hidup kita sendiri sudah berantakan duluan. Waktu kita habis hanya untuk memikirkan cara untuk balas dendam. Hati dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian. Saat seperti itu, rasa bahagia dan damai tidak akan pernah bisa hinggap di hati kita.

       Kita perlu tahu, bahwa tidak semua orang yang hadir dalam hidup kita akan membawa kesenangan. Ada beberapa orang yang mungkin ditakdirkan hadir dalam hidup kita, untuk menguji seberapa sabar kita. Untuk menguji seberapa kuat hati ini melewati rasa sakit. Ada beberapa orang yang tanpa sengaja telah menggoreskan luka di hati kita. Ada juga yang ternyata memang sengaja menjatuhkan kita. Lalu bagaimana kita harus menyikapinya? Kita punya dua pilihan, pertama menyimpan dendam dan kebencian itu dalam hati, dan bersumpah bahwa orang yang telah melukai hati kita harus mendapatkan rasa sakit yang sama. Akibatnya, hidup kita tidak tenang sampai dendam itu terbalaskan. Dan tidak ada yang menjamin, apabila dendam itu terbalaskan luka di hati kita bisa utuh seperti semula. Atau pilihan kedua, Mengikhlaskan yang telah terjadi dan menyerahkan semuanya pada Tuhan sebagai hakim terbaik yang akan menghukum mereka yang bersalah. Lalu mengambil pelajaran dari rasa sakit itu. Dan membiarkan waktu yang mengobati luka yang kita rasa. Akibatnya, hati kita akan jauh lebih tenang, serta rasa damai dan bahagia itu akan menetap di hati kita. 
          
Source: www.jagokata.com

4. Kehilangan Arah Hidup

      Apakah saat ini kau merasa bosan dan jenuh dengan hidupmu? Apa kau merasa seperti mayat hidup yang berjalan tak tahu arah? Apa kau tak merasa bahagia dengan hidup sekarang ini? Itu artinya kau sedang kehilangan arah hidup. Mengetahui arah dan tujuan hidup kita memberi andil untuk membuat hari-hari kita lebih bersemangat dan bahagia. Saat kita kehilangan arah hidup, sel-sel saraf akan melemah, semangat hilang entah kemana dan rasa bahagia tentu sulit kita rasakan. Saat seperti itu, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya tentang diri sendiri, untuk apa kita hadir di dunia? Bagi seorang Muslim, tentu tujuan kita hidup adalah untuk beribadah kepada Sang Pencipta. Itu menjadi landasan utama kita dalam setiap gerak. Bagi seorang pelajar, tujuan nya bukan hanya mendapat nilai yang bagus, tetapi bagaimana mendapat ilmu yang bisa memberi manfaat bagi orang banyak. Bagi para pekerja, tujuan nya bukan hanya mendapatkan gaji atau penghasilan tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan dan negara. 
     Jadi saat kau mulai merasa kehilangan arah hidup, coba berhenti sejenak, lalu ambil pena dan kertas, susun kembali mimpi-mimpi mu, lalu dengan penuh tekad dan keyakinan, ambil langkah baru untuk menggapainya. Hidup ini terlalu berharga untuk dibiarkan lewat begitu saja tanpa ada makna. Ada begitu banyak impian indah yang bisa kita kejar lalu kita perjuangkan untuk mewujudkannya.


Tulisan diatas bukan untuk menjadi sok bijak atau apalah. Tetapi tulisan diatas hanya sebagai pengingat diri sendiri saja yang saat ini mulai jenuh dan bosan dengan hidup. Setelah menyelesaikan tulisan ini, pikiran ku menjadi tercerahkan lagi. Ternyata ada begitu banyak cara bagiku untuk kembali merasa bahagia. Karena bahagia itu bukan berasal dari luar, tetapi dari dalam hati kita.


#Note: Semua gambar diambil dari Medsos @PsikologiID

#Tulisan ini diikutkan dalam Writing Challenge 1 Minggu 1 Cerita

"Menulislah walau hanya satu cerita ^_^






Kisah tentang Pelari Tangguh



"Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan-namun aku akan terpaksa menolak, karena jika hidupku sempurna aku tidak akan dapat menarik pelajaran dari kehidupan ini"
(Allyson Jones)

Kisah ini menceritakan tentang Glenn Cunningham saat berusia lima tahun. Saat itu ia mengalami luka bakar yang parah di bagian tungkainya. Para dokter yang merawat terpaksa angkat tangan. Menurut mereka, Glenn akan tetap cacat dan terpaksa menggunakan kursi roda seumur hidupnya.

"Ia tak akan bisa berjalan lagi," kata para dokter

Para dokter itu memang memeriksa keadaan tungkai Glenn, namun tidak mungkin mereka bisa melihat ke dalam hatinya. Glenn tidak mempedulikan kata-kata dokter. Ia tekankan dan ulang-ulang dalam hati bahwa ia pasti bisa berjalan lagi. Sementara masih terkapar di tempat tidur, dengan kakinya yang kurus nampak merah bekas luka bakar ia berikrar

"Minggu depan, aku akan bangun dari tempat tidur ini dan mulai berjalan"

Dan satu minggu kemudian, ia kemudian melakukannya. Ibu Glenn bercerita betapa ia sering melihat Glenn meraihkan tangannya ke atas untuk menggenggam sebuah alat pembajak tanah yang sudah tidak dipakai lagi. Di pekarangan, dengan kedua tangannya menggenggam gagang bajak, ia mulai melatih kakinya yang cacat itu.

Setiap rasa sakit yang ia rasakan dalam setiap langkah, kemudian membawanya semakin dekat dengan tujuan yang telah ia ikrarkan, yaitu bisa berjalan lagi. Tidak lama kemudian, ia sudah mulai berjalan dengan baik, lalu mulai berlari walaupun dengan lambat. Tetapi lama kelamaan, semakin cepat dengan gerak yang semakin pasti.

"Aku sejak awal sudah yakin akan bisa berjalan lagi, dan ternyata aku memang bisa. Sekarang aku akan berlari lebih cepat dari siapapun juga" Ikrar Glenn lagi

Dan ternyata ia berhasil melakukannya. Glenn berhasil menjadi pelari yang tangguh untuk jarak satu mil, dan pada tahun 1936 mencatat prestasi luar biasa. Ia memecahkan rekor tercepat yaitu 4.06 menit untuk rekor dunia. Ia kemudian menerima penghormatan sebagai atlet luar biasa abad ini di Madison Square Garden.

Source: http://www.wanttoknow.info
"Cerita diatas Dikutip dari Buku Chicken Soup For The Soul, hal. 62. Tentang betapa dahsyatnya kekuatan keyakinan. Saat kita yakin bahwa kita bisa melakukannya. Maka seluruh saraf di otak dan sel-sel dalam tubuh akan ikut membantu. Bahkan alam dan seisinya juga akan ikut memudahkan. Bukankah kita telah diingatkan bahwa Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan pada diri mereka sendiri"

Yah, apapun keadaan kita saat ini. Entah kita sedang terjatuh dalam lubang terdalam. Entah kita berada pada titik terendah dalam hidup. Entah kita berada pada angka nol, yang rasanya tak akan berubah. Apapun itu, yakinilah dalam hati, bahwa kita masih bisa berubah. Berubah untuk menjadi lebih baik lagi. 

Sunday, March 12, 2017

Asal Nama Samaratul Qalbi

Ok Let me Introduce my self.. My name is Samaratul Qalbi. And Just call me Arha. But it's not my real name.. Yeah not my real name ^_^

Yah seperti itulah kira-kira profil ku di blog ini. Di blog Goresan Pemula ini, aku lebih suka menyebut namaku Samaratul Qalbi. Bukan berarti nama indah yang dianugerahkan ayah dan ibuku tidak bagus. Hanya saja aku ingin memiliki nama pena seperti orang lain. Nama yang dengannya bisa mencerminkan tulisanku. Dan asal tahu saja, bahwa sosok Samaratul Qalbi yang tercermin dalam tulisaku di blog ini agak berbeda dengan sosok diriku yang sebenarnya di dunia nyata. Dan kupikir itu sah sah saja. 

Samaratul Qalbi yang tercermin dari blog ini adalah sosok energik, periang, dan bersemangat. Sedangkan diriku di dunia nyata berbanding terbalik. Diriku di dunia nyata lebih sering tak terlihat. Beberapa orang disekitarku seperti menganggapku tak ada. Mereka tak menyadari kehadiranku walaupun aku sebenarnya ada disitu. Aku yang di blog ini sangat cerewet dan sering bercerita tentang hal-hal tak penting. Berbeda sekali dengan diriku di dunia nyata. Diriku yang sebenarnya tidak terlalu suka berbicara. Yah aku malas mengeluarkan suaraku. Seandainya bisa menjawab pertanyaan dari seseorang lewat tulisan dan tak perlu mengeluarkan suara. Aku lebih memilih menjawab dengan menulis saja. Berbicara kadang membuatku merasa takut. Aku takut perkataanku menyakiti hati orang lain. Selain itu berbicara panjang lebar kadang membuat energiku cepat habis. Jadi aku lebih memilih diam. Bukankah diam adalah emas???

Dan karena jarang berbicara, orang-orang disekitarku kadang tak menyadari kehadiranku. Ok tak apa, walaupun kadang-kadang sedikit terasa menjengkelkan T_T

Oh, yah nama Asli ku cuma terdiri dari enam huruf. Irit banget. Di akta lahir kayak gitu. Syukur di ijazah nama ku bertambah jadi dua kata. Mungkin orang yang nulis ijazahnya kasian liat nama ku yang irit banget. Ditambahkanlah nama ayahku juga dibelakangnya.

Namaku R-O-H-A-N-I. Teman-teman ku sering memanggilku Roh, Rohan, Rohaye, Rojali Atau diplesetkan jadi Rohit. Ckckck. Padahal namaku punya arti yang sangat bagus. Yah Rohani berarti Jiwa atau batin. Ayah dan ibuku berdoa agar aku tumbuh menjadi manusia yang jiwa nya dan batinnya selalu bersih. Amin. 

Nama Samaratul Qalbi ini kudapat pertama kali dari kamus bahasa Arab ayah. Jadi ceritanya waktu itu, ibuku sedang hamil anak kedelapan. Iyah kedelapan. Banyak ya ^_^ iyah, ayah dan ibuku orang tua yang luar biasa. Ayahku mengikuti Sunnah Rasulullah Saw untuk memperbanyak keturunan. Dan aku yang waktu itu mengetahui bahwa adik ku akan segera lahir, juga turut bergembira. Kadang ayahku sedikit bingung memberi nama pada anaknya, maka aku menawarkan diri untuk membantu mencari nama yang indah. Dan akhirnya aku menemukan nama Samaratul Qalbi ini di kamus Bahasa Arab. Samaratul Qalbi memiliki arti buah hati. Manis banget kan...

Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, akhirnya adikku terlahir ke dunia pada tanggal 29 Februari 2012. Syukur Alhamdulillah lahir normal dan sehat walaupun agak lebih cepat dari perkiraan. Yah, adik bungsuku ini lahir prematur. Dan ternyata adik kecil ku ini lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Yah, aku tak bisa menawarkan nama Samaratul Qalbi ini pada ayah. Karena pastinya akan ditolak, wkwkwkw. Dan akhirnya adik bungsuku itu diberi nama Muhammad Furqan yang berarti pembeda antara yang haq dan yang batil. Karena nama Furqan agak susah untuk disebut, aku lalu memanggilnya Aan atau ukkang. 

Adik bungsuku ini sangat menggemaskan, dia tumbuh dengan sangat baik. Dari bayi kecil mungil menjadi sangat chubby di usia 9 bulan. Badannya montok, Wajahnya bundar, dan kulitnya kuning langsat. Aku suka sekali menggendong dan memeluknya. Karena dia mirip sama boneka teddy bear. 

Di usia 10 bulan, kami merasa ada yang aneh dengan perkembangan teddy bear kami itu. Saat makan, ia akan sangat antusias dan lahap. Tetapi beberapa detik setelah menyelesaikan makannya, ia akan langsung memuntahkan semua yang telah ia makan. Bukan hanya lewat mulut tetapi juga lewat hidung. Selain itu, di usia 10 bulan Aan masih belum bisa duduk sendiri atau merangkak. Keningnya juga selalu terasa hangat. Ayah dan ibuku lalu membawanya ke dokter spesialis anak. Lalu kata pak Dokter, Aan kami terkena sindrome wajah seribu atau dalam bahasa kedokteran disebut sindrome down. Oleh karena itu ia memiliki keterlambatan gerak dan pertumbuhan. Kata pak Dokternya, kita hanya perlu sering-sering mengajak Aan ngobrol dan melatih sel-sel motoriknya. 

Aan ku itu sama sekali tak tampak sakit, ia sangat ceria dan tertawa riang saat kami kakak-kakaknya mengajak nya ngobrol. Hingga di usia 10 bulan dua minggu, Aan ku terkena demam beberapa hari. Ayahku lalu membawanya ke dokter praktek yang memiliki klinik tak jauh dari rumah kami. Dokternya hanya memeriksa sejenak dan diberi obat. Selang dua hari, demam nya tak turun, malah Aan jadi muntah dan buang-buang air. Seorang tetangga yang juga berprofesi sebagai apoteker, lalu menyarankan untuk membawa segera ke rumah sakit. Karena bisa jadi obat dari dokter sebelumnya tak cocok untuk Aan. 

Selang beberapa jam, sebelum dibawa ke rumah sakit. Demam Aan semakin tinggi, ia kejang-kejang. Matanya terus melihat keatas. Ibuku tak sanggup menahan air matanya. Untung saat itu para tetangga sedang ada di rumah, dan langsung bergerak cepat membantu orang tuaku membawa Aan kami ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, Ayaku langsung menelepon dan mengatakan bahwa Aan langsung dimasukkan ke ICU. Aku yang saat itu diberi tugas untuk stay di rumah dan jaga adik-adikku yang lain tak dapat membantu apa-apa. Aku hanya bisa berdoa agar Tuhanku memberi yang kesembuhan untuk Aan kami. Malam hari nya, sesaat setelah adik-adikku yang lain tidur. Aku juga merebahkan diri di kamar tempat biasa aku bermain dengan Aan. Entah kenapa tiba-tiba air mataku mengalir deras dan aku pun tertidur. Beberapa menit sebelum adzan subuh berkumandang, ponsel yang kutaruh dekat telinga ku berdering. Telepon dari ayah. Aku sudah merasakan firasat buruk. Aku agak sedikit takut mengangkatnya. Setelah menenangkan diri sejenak lalu mengangkat telepon. Dan firasatku benar, dengan suara bergetar ayah mengabarkan kalau adikku tercinta telah dipanggil Yang Maha Kuasa 10 menit yang lalu. Ah,, Aan kami telah lebih dulu menghadap Sang Pencipta. Bahkan diusianya yang belum genap setahun.

Dan oleh karena itu, aku memakai nama Samaratul Qalbi ini. Untuk terus mengingat sosok teddy bearku yang imut dan menggemaskan itu. Dan untuk menciptakan diriku yang lain dalam sosok yang lebih energik, semangat dan selalu ceria. 


Wednesday, March 8, 2017

Belajar Bela diri dan Memanah Bersama Muslimah Hapkido Makassar

Ahad kemarin, pagi-pagi sekali aku sudah sibuk. Pukul 06.30 aku berencana untuk segera berangkat ke gedung Pola Kantor Gubernur Makassar. Aku merasa sangat bersemangat karena akan mengikuti Seminar Olahraga Muslimah Archery and Martial Art yang diadakan oleh Hapkido family. 

Pukul 06.30 aku sudah siap, dan saat membuka pintu, Jeng.. masih agak gelap. Ternyata bukan pengaruh jamku yang salah, tetapi karena mendung sudah bergelantungan di langit. Hari ini pagi-pagi hujan sudah turun mengawali hari. Seandainya tidak ada kegiatan, mungkin aku masih bermalas-malasan di bawah selimut, hehehe. Akhirnya aku baru berangkat sekitar pukul 7 lewat. Aku sedikit bergegas, karena di tiketnya acara akan mulai pukul 07.30 Wita. Setelah naik pete-pete (angkutan umum kota) dua kali, akhirnya tiba juga di Kantor Gubernur Makassar. Ini pertama kalinya bagiku menginjakkan kaki disana. Dan syukurlah setelah sampai, ternyata acaranya belum mulai. Beberapa akhwat sudah mengisi tempat duduk baris depan. Aku yang sudah berniat untuk menuliskan kegiatan ini di Blog harus memilih tempat duduk yang strategis untuk mengambil gambar. Syukurlah ada Ukhty Ani dan Ukhty Nunu yang telah menyimpan tempat duduk untukku di baris depan. Syukron ya Ukh ^_^
Syukron ukh udah disimpankan tempat duduk
Dan setelah menunggu lumayan lama, entah karena alasan apa yang membuat kegiatannya ngaret dari jadwal seharusnya. Akhirnya acara seminarnya dibuka oleh Ibu Dr. Ir. Hj. Majdah M. Sain, M.Si selaku Ketua PERWOSI dan SOina Sulawesi Selatan. Beliau menyampaikan betapa olahraga juga perlu dilakukan oleh para muslimah untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Tetapi tetap memperhatikan tempat dan pakaian yang digunakan. 

Setelah itu langsung dilanjutkan oleh pembicara pertama ibu Hasniar A.Radde S.Psi,.M.Si (Dosen Psikologi UNM) beliau memulai dengan menceritakan pengalaman nya saat berkunjung ke Jepang. Dan menjadi terkagum-kagum karena karakter baik para masyarakat Jepang. Saat itu tas Bu Hasniar tanpa sengaja ketinggalan di bangku stasiun, setelah lewat beberapa jam, Bu Hasniar baru sadar kalau ia kehilangan tas nya. Dan ia pun kembali ke stasiun. Ternyata tas itu masih tergeletak disitu. Tak ada yang mengambil atau memindahkannya. Ternyata alasannya adalah karena Orang Jepang tak ingin menyusahkan orang lain dan karakter ini diadabtasi dari karakter Ksatria Samurai zaman dahulu. Lalu bagaimana jika hal tersebut terjadi di Indonesia??? Mungkin saja sudah ada yang mengamankan tas itu ke pos polisi, atau mungkin tas itu sudah berpindah tangan ke orang lain. Wallahu alam... ^_^
Bu Hasniar lalu memaparkan banyak hal tentang pengaruh Latihan bela diri dan Panahan dalam membentuk Karakter dan Pribadi Unggul dan Ksatria. Diantara ciri-ciri pribadi unggul dan ksatria yaitu:
  1. Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memiliki kecerdasan Intelektual 
  3. Memiliki kejujuran dan dapat dipercaya
  4. Disiplin Tinggi
  5. Memiliki kesabaran
  6. Berdaya Juang Tinggi
  7. Mampu membedakan yang haq dan yang batil
  8. Memiliki Komitmen dan Integritas yang tinggi
  9. Tenggang rasa
  10. Peka terhadap Lingkungan
  11. Memiliki kepedulian yang tinggi 
  12. Mampu mengendalikan emosi
Selain membentuk karakter diri seorang Ksatria, rutin berolahraga (bela diri dan panahan) juga memberi dampak positif bagi kesehatan mental diantaranya: Menambah Kepercayaan diri, Mengurangi stress, Meningkatkan kekuatan otak, Melatih fokus, Meningkatkan perasaan bahagia, dan melawan penuaan. Jadi mulai sekarang olahraga yuuuk....
Para pembicara Seminar Olahraga Muslimah
Pembicara selanjutnya ada Kak Zelfia Amran. beliau adalah pelopor Gerakan Muslimah Bisa. Dengan gaya anggun, cerdas, dan menarik Kak Zelfia lalu menceritakan kisah para shahabiyah, Muslimah-muslimah tangguh yang ahli menggunakan pedang dan panahan. Siapa mereka??? Diantaranya adalah Nusaibah Binti Ka'ab yang dijuluki sebagai Srikandi Penolong Rasulullah. Pada perang Uhud, Nusaibah ikut bersama Rasulullah dan Pasukan Islam. Saat itu, Nusaibah mengemban tugas untuk memasok air dan mengobati mereka yang terluka. Tetapi kemudian rencana perang tidak berjalan mulus. Dan pada prosesnya, Nyawa Nabi Muhammad Saw pun berada dalam bahaya. Pasukan musuh merangsek naik dan mengepung. Nusaibah yang saat itu melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan sendirian lalu mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lain untuk membentuk formasi pertahanan melindungi Rasulullah. Berbagai buku sejarah mencatat bahwa ketika itu Nusaibah berperang dengan penuh keberanian  dan tidak menghiraukan dirinya dalam membela baginda Rasulullah Muhammad Saw. Masya Allah Sungguh luar biasa.. Sungguh kita pun ingin menjadi muslimah yang tangguh karena sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala daripada mukmin yang lemah"

Tiket masuk dan formulir pendaftara Hapkido
Pembicara ketiga ada Ibu Kusuma Wardhani, beliau adalah salah satu inspirator dari Film Tiga Srikandi yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan dan Tara Basro. Nah, di seminar kali ini, kita langsung mendengar penuturan dari Ibu Kusuma Wardhani tentang pengalamannya dari mulai mengenal Panahan hingga terpilih menjadi salah satu atlet yang mewakili Indonesia di Olimpic Seoul tahun 1988. Mendengar pengalaman langsung dari ibu Kusuma, jadi ingin download movie nya 3 Srikandi. Hehehe, soalnya belum sempat nonton movienya. Di akhir seminar, kami juga sempat disuguhkan penampilan langsung dari Ibu Kusuma Wardhani memegang Busur Panah dan menembak sasaran. Wuah,, keren banget.. Jadi ngiler langsung mau ikutan jadi pemanah juga.

Dan pembicara keempat ada Kak Sri Rahmi Mahmud atau biasa disapa dengan Kak Amy. Dengan seragam hitam Hapkido nya, Kak Amy membawakan seminar dengan keren. Kak Amy ini adalah Pendiri dari Hapkido Makassar dan Sikola Makassar. Awal dari berdirinya Hapkido Makassar adalah karena Keprihatinan Kak Amy melihat kondisi saat ini. Dimana para wanita sering menjadi objek kekerasan dan menjadi korban. Dan karena merasa malu dan berada di pihak yang lemah, wanita yang melaporkan tindak kekerasan pada pihak berwajib masih sangat sedikit. Akhirnya Kak Amy ini berinisiatif membentuk wadah bagi para wanita untuk belajar bela diri. Bukan untuk mengungguli laki-laki, tetapi sebagai bentuk pertahanan diri apabila dikemudian hari tiba-tiba kita sebagai wanita menjadi korban kekerasaan atau pelecehan. Selain mengungkapkan alasan-alasan tentang perlunya wanita mempelajari Olahraga Bela Diri, Kak Amy juga memberi sedikit tips praktis bagi wanita untuk melindungi diri, yaitu dengan menyerang lawan di titik-titik vital diantaranya: Kening, Leher atau kerongkongan, selangkangan, ulu hati, tulang iga, paha atas, dan tulang kering.

Mbak Amy selaku pendiri Hafkido family Makassar
Setelah mengikuti seminar ini, pikiranku jadi terbuka bahwa seorang muslimah itu tidak hanya dituntut untuk menjadi anggun tetapi juga harus Berani, Tangguh, dan Berkarakter. "Berani, Tangguh dan berkarakter" itu adalah yel-yel di seminar ini. Entah berapa kali kami peserta di suruh meneriakkan kata-kata itu. Mungkin lebih dari 20 kali. Semoga bisa benar-benar tertanam di otak dan dalam diri. Menjadi Muslimah yang anggun dalam balutan jilbab yang syar'i, senantiasa menundukkan pandangan, tetapi tetap berani menyuarakan keadilan, Memiliki karakter yang kuat dan Pribadi yang tangguh.
Acara Pertunjukkan Panah dari Mushaf (Muslimah Hafkido)
Nah, untuk kawan-kawan yang juga berminat untuk ikut latihan bela diri dan memanah di Hapkido family, bisa langsung datang ke alamat Markas Besar Hapkido Family di Jalan Naja Dg Nai Lorong 3 No. 11 Kelurahan Rapokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar Sulawesi Selatan. Selain di Markas Besar, kita juga bisa ikut latihan di Salon Muslimah Aromatik Makassar, Sekolah Al Biruni Jipang Makassar, dan Butik Iffah Abdesir Makassar. Jadwal latihan tak sama, tergantung dari tempat nya masing. Untuk biaya pendaftaran dan Iuran: 
Mahasiswa Rp 75.000/ bulan
Umum       Rp 150.000/bulan

Untuk Contact Person nya bisa hubungi Ukh Putry di nmr 085 242 832 946


Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah Azza Wajalla akan memasukkan tiga orang kedalam surga lantaran satu anak panah, orang yang ketika membuatnya mengharapkan kebaikan; orang yang menyiapkannya di Jalan Allah serta orang yang memanahkannya di Jalan Alah". Beliau bersabda lagi : Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kamu memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda"

Friday, March 3, 2017

Surat untuk diriku sendiri di masa depan

Aku selalu ingin menuliskan sesuatu untuk diriku sendiri di masa depan ^_^

Jadi ini semacam Kapsul Waktu yang sering ada di drama korea. Beberapa tokoh dalam cerita menyimpan beberapa benda dalam kotak atau botol lalu menguburkan nya di tanah. Setelah itu mereka berjanji akan membukanya lagi sepuluh atau dua puluh tahun kemudian. Rasanya menakjubkan sekali bisa melewati perjalanan waktu yang panjang, menjalani kehidupan yang penuh suka dan duka Lalu kemudian berbalik kembali untuk melihat kenangan yang tersimpan dalam kapsul waktu. 
Source: https://id.aliexpress.com
Hari ini tanggal 03/03/2017 aku ingin menuliskan surat untuk diriku sendiri, yang berada di lima tahun yang akan datang tepatnya 03/03/2022 (Semoga masih bisa diberi kesempatan membaca ulang surat ini)

Dear My Self
How are u today?


Bagaimana dengan kesehatan mu?
Lima tahun lalu, kau selalu mengeluhkan badan mu yang kurang sehat
Dan aku tak henti menyuruhmu melakukan check up
Tapi kau bersikeras mengatakan bahwa kau baik-baik saja
Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Menurutmu rasa sakit yang kau rasa hanyalah ilusi
Ilusi dari tumpukan rasa sakit masa lalu
yang meminta untuk dikenang kembali...

Tak ada yang perlu dikhawatirkan katamu
Katamu kau hanya perlu memaafkan
Memaafkan dirimu yang dulu 
Memaafkan orang-orang yang memberi luka di hatimu
Dan Mulai berdamai dengan keadaan

Lalu bagaimana dengan mimpi-mimpimu?
Mimpi - mimpi yang kau tuliskan di secarik kertas
Yang kau baca berulang-ulang tiap malam
Yang kau sematkan dalam doa mu
Yang beberapa waktu lalu kau ragukan
Kau ragukan untuk bisa kau raih

Lalu bagaimana dengan rencana travelling mu?
Dulu kau selalu exicted tiap kali memandang
Burung besi melintas di langit
Berharap suatu hari kaupun dapat menaikinya
Menyaksikan awan-awan putih dari balik jendela

Lalu bagaimana dengan hatimu?
Lima tahun lalu kau terus mengeluhkan 
hatimu yang terasa kosong dan hampa
Dengan malu-malu kau berdoa
agar dipertemukan dengan belahan jiwamu
Apa sekarang kau telah bertemu dengannya?

Lima tahun bukan waktu yang panjang
Bukan pula waktu yang singkat
Tak apa jika saat ini kau belum mencapai mimpimu
Tak apa jika kau belum sempat travelling
Tak apa jika kau belum menemukan tambatan hati

Yang kuharap kau tetap bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang 
Jauh lebih bahagia dari lima tahun yang lalu