Thursday, May 28, 2015

Caraku menumbuhkan semangat

Hari senin pagi adalah waktu dimana semangat seakan hilang entah kemana. Hufttt... ketika membuka mata di pagi hari ingin rasanya berdoa pada Tuhan supaya hari Ahad kemarin terulang kembali di hari senin ini. Kegiatan bersantai seharian di akhir pekan seakan menjadi candu. Mengawali awal pekan dengan semangat yang down akan membuat pekerjaan yang seharusnya diselesaikan segera menjadi tertunda dan pada akhirnya akan menjadi menumpuk. Yah,,begitulah kira-kira yang sering aku rasakan selama ini. Berkutat dengan kertas-kertas jurnal, nota-nota penjualan, dan seharian penuh bertatapan dengan layar komputer sukses membuatku jenuh dan bosan stadium akhir. Tetapi karena hidup ini hanya sekali kuputuskan untuk mencari kembali serpihan-serpihan semangat ku di awal pagi ini.



Teringat sebuah kisah Ibu Rumah Tangga yang merasa jenuh dan bosan dengan aktivitas seharian nya di rumah yang hanya berkutat dengan merawat anak, melayani suami dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Hingga akhir nya ketika semua anak-anaknya berangkat ke sekolah dan suaminya sudah berangkat kerja. Sang ibu memutuskan untuk cuti sejenak dari pekerjaan rumah tangga yang membuatnya merasa jenuh. Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke kota. Tak ada tempat yang ingin dituju nya. Ia hanya ingin melakukan perjalanan yang diharapkan akan menghapus rasa jenuh nya. Dan ternyata benar. Tiba-tiba semangat nya kembali terisi saat melihat di sepanjang jalan banyak sekali orang-orang yang ternyata jauh kurang beruntung di bandingkan dirinya. Dan mereka semua tetap terlihat bahagia menjalani aktivitas mereka. Ada ibu-ibu tua yang memanggul dagangan nya berupa puluhan ikat sayuran... Ia kemudian menggelar karpet di pinggir jalan di pasar dan menebarkan senyuman kepada setiap orang yang lewat sambil menawarkan sayurannya yang mulai kering karena panas matahari. Lalu di dalam bis, Ibu tadi berbincang sejenak dengan ibu-ibu lain yang duduk tepat di sebelahnya. Ia membawa berbagai macam bahan makanan, mulai dari beras, sayur, ikan, daging, dan beberapa lagi yang lain yang mungkin akan digunakan sebagai persediaan makanan selama seminggu. Dari perbincangan tersebut, Ibu tadi mengetahui bahwa yang duduk di sebelahnya adalah seorang ibu yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga, selain profesi yang bisa dibilang tidak mudah itu, Ibu lain tadi ternyata juga seorang Single Parent dengan 4 orang anak. Dan karena kehidupan yang sulit, ia harus menitipkan anaknya pada ibunya yang tinggal di Kampung Halaman. Dari perbincangan yang memakan waktu hampir setengah jam tersebut, Ibu yang Single Parent tadi tidak pernah mengucapkan satu pun kalimat mengeluh dari bibirnya. Bahkan ia sering kali tersenyum kala menceritakan tentang putra-putri nya di kampung yang mulai tumbuh dan cerdas. Setelah mendapat banyak pelajaran dari Ibu-Ibu tukang sayur dan Ibu Asisten Rumah tangga tadi. Ibu tadi lalu mengambil bis lain yang menuju rumahnya. Di depan traffic light dilihatnya ibu-ibu lain dengan pakaian rombeng dan bayi kecil sedang tertidur dalam pelukannnya. Saat lampu merah menyala, ibu-ibu tadi bersama para pengamen jalanan segera menghambur kejalanan dan meminta belas kasihan dari mobil-mobil mewah yang berhenti. Tak sedikit yang pura-pura mengacuhkannya dan bahkan memakinya. Dan ibu tersebut hanya mengucap terima kasih dan berlalu dengan wajah sedih. Ibu tadi lalu menghela nafas berat. Ia kemudian memegang dadanya dan bersyukur pada Tuhan atas segala anugerah dan nikmat yang luar biasa yang telah ia terima dalam hidupnya. Tentang Suami yang mencintai nya dengan ikhlas, tentang anak-anaknya yang patuh, tentang Makanan, Minuman dan Pakaian yang berlebih dan tentang kesehatan yang masih dimilikinya. Ia bersyukur atas semua itu, dan tiba-tiba jiwa yang kosong tadi telah terisi penuh oleh kebahagian, rasa syukur, dan semangat untuk bisa menjadi lebih berarti bukan hanya untuk keluarga tercinta nya tetapi juga untuk orang-orang kurang beruntung di sekitarnya.

Mengenang kembali kisah itu, aku pun melakukan langkah yang sama. Kulangkahkan kaki melawan rasa malas untuk berjalan-jalan sejenak di sekitar kompleks rumah. Mengumpulkan serpihan-serpihan semangat dengan menyaksikan beragam kisah. Dan dari beberapa menit jalan-jalan sekitar kompleks perumahan kudapati beberapa potret yang mungkin saja memiliki kisah yang bisa menginspirasi. Tetapi karena saya tidak punya banyak waktu untuk menggali lebih dalam tentang kisah itu, kubiarkan potret itu tersimpan saja disini.... 

Ini tentang hangatnya mentari pagi...


Ini tentang lorong kecil yang nampak tenang, nyaman, dan damai


Ini tentang jendela rumah yang selalu nampak tertutup...



Ini tentang anjing cantik berbulu putih bersih yang nampak tenang menjaga pintu rumah

dan terakhir..Ini tentang awan bertingkat-tingkat seolah membentuk tangga yang akan menghubungkan mu dengan langit biru yang seolah - olah begitu mustahil untuk dicapai


Dan dari perjalanan yang hanya beberapa menit saja, sukses membuat semangat ku terisi kembali. Semangat untuk menantang hari yang mungkin tak akan selamanya berlaku baik padaku. Tetapi tetap saja selama aku bisa melihat langit biru, selama aku masih bernafas, aku siap untuk menantang hari


Tuesday, May 12, 2015

Review buku Akhirnya Jodohku datang karya Achi TM dan Tim Rumah Pena Writers


Judul              : Akhirnya jodohku datang
Penulis           : Achi TM & Rumah Pena Writers
Cetakan         : I, Februari 2014
Tahun Terbit : 2014
Tebal              : 107 halaman
Penerbit        : Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Talenta Rumah Pena

“Sabarlah menanti, jodohmu pasti datang menghampiri”

Kamu seorang wanita yang belum menikah? Usia kamu sekarang berapa? Masih kepala dua, lalu sudah galau karena teman-teman seangkatan sudah naik pelaminan duluan. Jangan langsung galau dan putus asa dulu. Mending baca buku ini, sapa tau bisa dapat pencerahan. Supaya galaunya hilang dan di alihkan ke ikhtiar yang lebih baik dan doa terbaik. Percaya deh jodoh kita sedang dipersiapkan oleh Tuhan. Tugas kita adalah memantaskan diri agar saat jodoh kita tiba, kita sudah siap meraih tangannya.
Buku ini berisi kumpulan kisah tentang perempuan yang menanti datangnya jodoh. Ada yang sudah berumur 48 tahun tetapi belum menikah, lalu kemudian ia bertemu jodohnya berkat bantuan anak angkatnya. Ia dilamar oleh seorang pria jejaka yang dua tahun lebih muda darinya tepat di hari wisuda anak angkatnya. Ada juga kisah seorang wanita yang menanti datangnya jodoh di usianya yang sudah menginjak kepala 3. Segala keluh kesahnya dan segala rindunya, selain di ucapkan lewat doa juga dituliskannya pada buku harian yang selalu di bawanya kemana-mana. Lalu suatu hari dia menulis “Lelakiku, aku masih menantimu karena Allah. Aku pun berharap Engkau pun segera menemuiku karena Allah”. Setelah itu ditutupnya buku hariannya dan segera menunaikan shalat ashar yang disambung dengan mendengarkan ceramah dari seorang uztads muda yang penuh kharisma. Singkat cerita, sepulang dari mesjid ia baru ingat kalau buku hariannya ketinggalan di mesjid tadi. Segera ia berlari untuk mencari buku hariannya, berharap tak ada seorang pun yang membaca keluh kesah yang ditulis dalam buku harian itu. Tetapi ternyata, dia tak menemukan buku hariannya.Ia keluar dari mesjid dengan linangan air mata.Tetapi tiba-tiba ada seorang pria yang kemudian menghampiri dan menyodorkan buku harian nya, lalu berkata ukhty cari ini? maaf tadi saya menemukannya di dalam dan tak sengaja membaca isinya. Kalo boleh tau rumah ukhty dimana, saya ingin datang silaturahmi, meminta lalu mengkhitbah ukhty. Karena perempuan seperti mu lah yang kucari. Seseorang yang mencintai dan menungguku karena Allah, maka sekarang aku pun mencintai dan ingin menjemputmu karena Allah. Pria tadi adalah Uztads muda yang penuh kharisma itu (wah... so sweet banget, pengen juga dong kayak gitu. Hehehehe. Emang bener kata orang2, jodoh adalah rahasia Tuhan. Tugas kita adalah memantaskan diri agar dipertemukan juga dengan yang terbaik,Amin. Hahahaha doa para jomblo)
Itu Cuma sepenggal kisah nya loh, masih banyak kisah-kisah lain yang akan Insya Allah meyakinkan kita bahwa jodoh untuk kita pasti akan datang jika tiba waktunya. Kalo gitu, kita intip daftar isinya yuukkk.
  1. Jodoh dari anak angkat
  2. Deadline oh Deadline
  3. Jodoh di permintaan terakhirnya
  4. Indah pada akhirnya
  5.  Lamaran di usia 30 tahun
  6. Jodoh di penghujung senja
  7. Cinta di ujung penantian
  8. Bugenvil
  9. Srikandi mencari cinta
  10.  Gadis bermata gerimis
  11. Seudati, cikal bakal cintaku padamu
  12. Cinta terhalang dua keyakinan
  13. Pria penyembuh luka
  14. Lelaki etnis Tionghoa
  15. Tepat kepala tiga
  16. Penundaan yang indah
  17. Aku percaya jodoh ku ada

Gimana? Judul nya nge jleb-nge jleb semua kan. Ceritanya juga keren-keren loh, dan ini kisah nyata sebagian ditulis oleh pelaku cerita dan sebagian yang lain ditulis oleh keluarga terdekat pelaku cerita. Selain kisah-kisah yang romantis menjemput jodoh di atas, di akhir buku ada tips memilih jodoh dan tips menjalani ta’aruf nya. Jadi buat kamu yang masih galau soal jodoh, silahkan cari bukunya. heheheheh

Review novel Simply Love Ifa Avianty


Judul            : Simply Love
Penulis          : Ifa Avianty
Tahun terbit    : 2012
Cetakan         : Pertama, Desember 12
Penerbit        : PT Noura Books (PT Mizan Publika)

“Hanya Cinta yang bisa membuat semua keajaiban jadi nyata”

Kisah di novel ini diawali dengan percakapan 2 orang sahabat yang baru bertemu setelah sekian lama, yang satunya bernama Laili. dia seorang wanita karier dengan satu orang anak. Yang satunya lagi bernama Keke, seorang ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Hingga kemudian percakapan mereka sampai pada pertanyaan “So, Are You Happy Now?” Dan si tokoh utama wanita bernama Marijke Fitria Syawal atau biasa dipanggil Keke melakukan flash back pada masa-masa silam waktu ia kuliah dulu dimana ia bertemu dengan seorang pria yang saat ini telah menjadi suaminya, Willem Adiwarman Saleh.Yang akrab disapa Wim.
 Awalnya Keke dan Wim hanya bersahabat, tetapi ternyata benih-benih cinta telah tumbuh di hati mereka. Hingga kemudian si Pria melamar si gadis tepat setelah si gadis lulus kuliah. Dan resmilah Keke menjadi Nyonya Wim. Dan kehidupan rumah tangga mereka pun dimulai. Keke yang berasal dari kelurga kaya yang dari kecil semua kebutuhannya sudah terpenuhi dan selalu dibantu oleh Asisten Rumah Tangga, kini harus belajar mengurus semua urusan rumah tangganya sendiri, mulai dari memasak, mencuci, mengurus anak, dan lain-lain. Sedangkan suaminya yang dulu sangat hangat kini nampak dingin dan selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya. Keke merasa suaminya punya dunia lain yang tak bisa ia masuki. Lalu kemudian Keke merasa lelah karena hampir enam tahun berlalu dia tetap berada di rumah mengurus anak-anaknya yang lahir berurutan hampir tiap tahun, menjadi istri seorang peneliti cemerlang yang berkali-kali memenangi research grant hingga tahap international. Sedangkan dirinya, seorang Marijke Saleh Lulusan Teknik Arsitektur menghilang dari rotasi bumi. Bahkan dari orbit pergaulan dengan teman-teman seangkatan dan sekampusnya dulu karena sibuk menjadi istri yang baik dan ibu yang baik buat anaknya. Rumah tangga mereka yang awalnya baik-baik saja kini mulai memanas oleh persoalan-persoalan kecil seperti saat Keke memotong rambut tanpa meminta izin dulu pada suaminya. Lalu Wim marah besar karena menganggap Keke sedang melakukan pemberontakan kecil. Lalu Wim memutuskan pisah ranjang dengan Keke. Tetapi mereka segera berbaikan kembali setelah Wim mengalah dan meminta maaf pada Keke. Kehidupan rumah tangga mereka pun kembali normal kembali.
Keke dan adik-adik Wim lalu membuat rencana besar untuk mendirikan sebuah book cafe di sekitar kompleks perumahan mereka. Tetapi lagi-lagi rencana Keke terkendala, karena tak mendapat izin dari Wim. Wim menganggap bahwa seorang istri haruslah tetap berada di rumah, mengurus anak dan suami dengan baik. Sedangkan Keke sudah merasa sangat bosan dengan hidupnya tak berkembang sama sekali. Dia ingin bisa mengabdi pada suami dan mengurus anak-anak dengan baik tetapi juga punya waktu untuk menunjukkan eksistensinya pada dunia, mengembangkan dirinya dan melakukan apa yang diinginkannya, mengembangkan keterampilan memasaknya sekaligus ikut membantu suami menghasilkan uang. Akankah hati Wim luluh dan mengijinkan istrinya bekerja di luar rumah? Akankan Keke tetap bertahan dengan kehidupannya sekarang? Akankah pernikahan mereka bertahan melewati berbagai macam rintangan?

Buku ini di tulis dengan bahasa yang sederhana, ringan, kocak, menyentuh dan romantis dan tentu membuat kita betah untuk berlama-lama menikmati alur ceritanya. 

Review buku Who Am I?


Judul               : Who Am I (Personality Test, Kenali & Upgrade Dirimu)
Penulis             : @PsikologID
Penerbit           : PT Tangga Pustaka
Tahun Terbit    : 2013
Cetakan           : Kelima, Agustus 2013

Pernah tidak bertanya pada diri sendiri, tentang apa seh kelebihan dan kekurangan kamu?  Atau kamu bertanya-tanya aku sudah belajar dengan sangat tekun tapi kok tak ada satupun yang nyangkut di otak. Atau kamu ingin tahu, kamu lebih menonjol pakai otak kanan atau otak kiri? Atau pertanyaan lain yang membuat kamu lebih tahu tentang kepribadian kamu, sehingga nantinya bisa menjawab pertanyaan “WHO AM I?”

Nah, buku ini recommended banget buat kamu karena buku ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus kamu jawab, dan nantinya jawaban kamu akan menunjukkan tentang siapa diri kamu sesungguhnya. Tetapi jangan berpikir yang macam-macam ya, karena di buku ini hanya berisi pertanyaan dasar yang menunjukkan tentang dasar-dasar dari diri kamu yang wajib kamu ketahui. Jangan harap buku ini bisa menjawab pertanyaan, siapa jodoh kamu kelak? Karena jawaban nya tidak akan kamu temukan di buku ini. Tetapi selain tahu, tentang diri kamu, di buku ini ada juga loh bab yang membahas masalah cinta. Jadi kamu akan mendapatkan test persepsi cinta dan kesetian. Dan masih banyak lagi.

Ok back to the topic. Buku ini berisi 27 bab, setiap bab berisi beberapa judul. Setiap judul berisi pertanyaan multiple choise atau biasa kita sebut pilihan ganda. Jadi ada pilihannya guys, ada A,B,C, atau D. Jadi kamu nggak usah mikir ribet untuk jawab pertanyaan nya. Cukup pilih jawaban yang menurut kamu paling sesuai dengan kata hati atau paling sering kamu lakuin. Nggak ada jawaban benar atau salah kok, jadi nggak usah khawatir kalau jawaban kamu bisa bikin kamu nggak lulus UN atau apalah yang membuat kamu merasa gagal jadi seorang manusia (Yaach... lebay banget ya). Yang pasti buku ini buat nunjukin kamu sebenarnya orang kayak gimana seh? Kamu punya kelebihan di bidang apa seh? Atau sifat apa yang ada di diri kamu yang perlu di tingkatkan atau perlu kamu hilangkan.

Aku kasih bocoran judulnya ya, supaya kamu semakin berminat untuk baca bukunya.
  1. Gaya belajar yang cocok dan pas buat saya apa seh? Di bab ini kamu akan ditunjukkan tentang gaya belajar yang paling cocok buat kamu. Yang bisa membuat belajar kamu lebih efektif. Dari bab ini, ada 3 macam gaya belajar, ada tipe visual atau orang yang lebih efektif jika menggunakan indera penglihatannya. Ada tipe auditory atau orang yang lebih efektif jika menggunakan indera pendengarannya. Dan tipe kinestetik atau orang yang lebih efektif jika belajar menggunakan alat peraga, gerakan tubuh atau aktifitas fisik.
  2. Saya termasuk golongan otak kiri atau otak kanan yah?
  3. Tes kecerdasan majemuk
  4.  Apa temperamen yang saya miliki?
  5. Saya termasuk berkepribadian Ekstrovert atau Introvert?
  6.  Saya termasuk sensori atau intuitif?
  7. Saya termasuk orang pemikir atau perasa?
  8. Saya termasuk seorang pengamat atau penilai?
  9. Seperti apa pola asuh orang tua ketika mendidik saya?
  10. Tes kepribadian 1
  11. Tes kepribadian 2
  12. Tes tipe cinta?
  13.  Seperti apa jenis cinta saya?
  14.  Kecanduan hubungan?
  15. Apakah saya betul-betul mengenal pasangan saya?
  16. Apakah saya termasuk orang yang setia?
  17. Apakah kamu sahabat yang baik?
  18. Apakah pasangan kamu siap menjadi pendamping hidup?
  19. Tes persepsi cinta
  20. Mau tahu minat dan karier kamu?
  21. Apakah saya memiliki jiwa kemimpinan?
  22. Saya termasuk pemimpin yang seperti apa?
  23. Motivasi kepemimpinan
  24. Manajemen waktu
  25. Stress kerja
  26. Tes kemandirian
  27. Apakah saya termasuk orang pemberani?

 Nah komplit banget kan? Jadi tunggu apa lagi, dapatkan segera bukunya di toko-toko buku terdekat atau kalau blm punya rezeki berlebih bisa pinjam buku nya ke teman yang udah punya (aku siap kok minjemin bukunya ke kamu, tapi baca bukunya di rumahku ya...)






Friday, May 8, 2015

Surat Untuk mu seseorang yang kusebut Sahabat




Sahabat...
Aku tak tahu apakah aku pantas memanggil mu dengan kata itu?
Bahkan kata itu sudah terasa asing di telinga ku. Tujuh huruf itu bahkan saat ini memiliki perluasan makna atau mungkin penyempitan makna bagiku. Atau memang aku yang terlalu bodoh untuk mengerti makna dari tujuh huruf yang terangkai menjadi kata Sahabat itu..

Aku sudah tak ingat lagi kapan pertama kali kita bertemu dan berkenalan.
Yang kutau kita sudah bersama sejak 5 tahun yang lalu.
Mungkin dulu aku tak pernah menganggap mu benar-benar ada di sisiku
tetapi sekarang, saat aku kembali membuka-buka album kenangan tempo dulu
kudapati potret diriku selalu bersisian dengan potret dirimu

Sahabat..
Apakah kata itu berarti dia adalah seseorang yang selalu ada di sisi mu selalu.
Kalau seperti itu yang pantas di panggil sahabat adalah bayangan diri mu sendiri
karena ia selalu ada menemani kapan pun dan dimana pun

Atau sahabat  adalah seseorang yang bisa membuat mu tertawa?
kalau begitu pelawak-pelawak di layar kaca adalah sahabatmu karena selalu sukses membuatmu tertawa terpingkal-pingkal.

Ingatkah kamu dulu
Saat pertama kali kita menjejakkan kaki kita di tanah perantauan ini
Saat kita benar-benar saling menopang dan saling bertumpu satu sama lain
Saat masa-masa sulit dan senang kita lewati dengan tetap tertawa riang


Ingatkah kamu dulu
Orang-orang di sekitar kita selalu salah memanggil nama kita
Selalu salah mengenali wajah kita
Mungkin karena terlalu sering bersama
Wajah kita menjadi melebur dan sangat mirip

Kita memiliki hubungan seerat hubungan saudara walaupun tanpa ikatan darah
Tertawa, mengeluh, menangis selalu kita bagi berdua.
Saat-saat menjelang tidur selalu kita habiskan dengan bercerita hingga larut malam
Tentang pengalaman hari ini yang begitu melelahkan dan
Saat-saat sarapan pagi bersama adalah saat kita saling memberi semangat dan dukungan

Tetapi kemudian...
Waktu mengubah kita,
Menjadi pribadi yang berbeda



Kita masih bersama tetapi berjalan berlainan arah
Kau dan Aku kini menjadi sosok yang berbeda dari kemarin
Kita tak lagi saling bergantung sama lain
Kita bergerak maju ke depan tanpa berpegangan tangan lagi
Karena kita kini telah beranjak dewasa

Kini kita memiliki mimpi yang berbeda
Memiliki visi dan misi yang tak sama
Kini jalan yang kita ambil berlainan arah
Walaupun begitu aku tahu kamu akan tetap ada
Untuk membantuku bangkit saat terjatuh

Terima Kasih Sahabat karena mengajariku banyak hal
Dan karena kamu selalu hadir
Saat aku merasa butuh kamu



Thursday, May 7, 2015

Bersyukur.. Mendayagunakan semua sumber daya yang kita miliki saat ini untuk sebuah kata SUKSES


Saya tertawa melihat gambar di atas. Tetapi saya lupa dapat gambar ini dari mana????

Lucu banget liat seseorang yang menumpuk puluhan tangga, hanya untuk memanjat tembok. Setelah puluhan tangga ditumpuk ternyata tembok itu tetap sulit di taklukkan. Hanya bisa mengintip sedikit. Padahal sesungguhnya dia hanya butuh satu tangga untuk bisa memanjat tembok dan berpindah ke sisi sebelah. Tetapi dia ternyata tak tahu bagaimana cara penggunaan tangga itu. 


"It doesn't matter how many resources you have. If you don't know how to use them, it will never be enough" Kata-kata di atas dan bawah gambar juga cukup membuat saya malu pada diri sendiri. Karena saya pun sering melakukan hal serupa. Tak jadi persoalan seberapa banyak sumber daya yang kau miliki. Jika kamu tak dapat menggunakan nya maka itu tak akan pernah cukup, yah..begitulah kira-kira arti dari kalimat bahasa inggris gambar tersebut.

Saya sejak kecil bercita-cita menjadi seorang penulis. Tetapi saya terus menunda-nunda untuk menyelesaikan satu buah tulisan dengan alasan, belum punya laptop. Setelah punya laptop, saya beralasan tidak punya jaringan internet. Setelah punya laptop dengan koneksi internet yang lancar, saya tetap tidak mulai menulis, dengan alasan tidak punya waktu. Tetapi setelah saya punya laptop, jaringan internet yang bagus, dan waktu luang yang banyak, saya tetap tidak bisa menulis dengan alasan Tidak punya ide. Hah... sepertinya ada seribu satu alasan yang terus muncul di kepala saya untuk membenarkan sifat malas dan sifat menunda-nunda ini. Kalau begini terus sepertinya cita-cita untuk jadi seorang penulis hanya sebatas impian kosong. Saya menjadi sedikit tersadar setelah melihat gambar di atas. Bahwa sebanyak apa pun benda penunjang yang saya miliki, saya tetap tidak bisa menjadi seorang penulis kalau saya tak punya kemauan yang kuat. 

Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang sehat bugar sedang duduk di tengah-tengah keramaian pasar dengan kaleng bekas di depannya. Lalu seorang kakek bertongkat menghampirinya dan bertanya "Wahai anak muda, kenapa engkau mengemis disini sedangkan engkau masih muda dengan tubuh kekar dan sehat?"

Anak muda itu lalu menjawab, "Saya tak punya uang untuk saya jadikan modal, saya tak punya keahlian apa-apa. Jadi yang bisa saya lakukan adalah mengharap belas kasihan dari orang-orang yang berpunya"

Kakek itu manggut-manggut mendengarkan penjelasan anak muda itu, lalu berkata "Kalau begitu aku akan memberikan mu modal sebanyak yang kau minta. Aku akan memberimu 30 juta untuk dua pasang matamu. Memberimu 10 juta untuk bibir mu. Memberimu 40 juta untuk dua pasang tanganmu. dan 40 juta juga untuk dua pasang kakimu. Apa kamu bersedia menukar anggota badan mu itu dengan limpahan uang?"

Langsung saja anak muda tadi setengah berteriak, "Ya, tidaklah kek. Siapa juga yang mau punya uang banyak jika akhirnya saya harus menjadi orang cacat"

Kakek tersebut tersenyum lalu berkata, "Maka dari itu, Tuhan telah menganugerahkan padamu modal berharga untuk bergerak maju dan bekerja keras. Kamu punya badan yang bugar dan otak yang sehat adalah harta tak ternilai yang tak dapat diganti oleh uang. Sekarang tugasmu untuk menjaga dan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya"

Yah...cerita tersebut cukuplah menjadi tamparan keras untuk kita yang sering meremehkan modal dari Tuhan tersebut. Dan seringkali merasa iri terhadap apa yang telah dicapai oleh orang lain tanpa pernah tahu perjuangan yang telah dilalui orang tersebut untuk menggapai keberhasilan. 

Wednesday, May 6, 2015

Untuk mu Calon Imamku



Assalamualaikum Engkau yang saat ini nama dan rupa nya masih tersembunyi di Lauh Mahfudz
Seseorang yang akan menemaniku duduk di singgasana pelaminan sebagai raja dan ratu sehari.
Seseorang yang akan kukecup tangan nya selepas menunaikan shalat berjamaah
Seseorang yang wajah nya akan kulihat disamping ku tiap hari selepas ku membuka mata
Seseorang yang akan membuatku bersemangat bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan
Seseorang yang untuk nya akan kuberikan seluruh cintaku, jiwa dan ragaku

Apakah kau tau bahwa aku sangat merindukan mu?
Kurindukan sosokmu hadir di samping ku saat aku merasa sendiri
Kuinginkan genggaman jari-jarimu saat aku begitu lelah untuk berjalan sendiri
Kubutuhkan tangan-tangan kekar mu melingkar di bahuku saat aku merasa rapuh
Kuinginkan tangan hangat mu menyentuh pipiku saat air mata ku tiba - tiba jatuh

Kuharap kau juga merasakan rindu yang sama.
Dan sebelum waktu yang tepat datang, biarlah rindu itu kita tabung dulu dan kita pecahkan bersama-sama saat kita telah menjadi pasangan yang halal

Walaupun rasa rindu ini menyiksa, walaupun rasa sendiri ini terus mendera 
Aku tak ingin berdoa pada Tuhan untuk mempercepat kedatanganmu

Karena ku tau saat ini kau sedang berusaha memantaskan diri
Sama dengan diriku yang sedang berusaha memperbaiki diri tiap harinya

Menjalani sisa hidup berdua bersama bukanlah perkara mudah
Kau dan aku adalah dua pribadi yang berbeda

Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri adalah hal pertama yang harus kita lakukan 
Berdamai dan memaafkan masa lalu adalah kewajiban yang harus kita tuntaskan

Ada begitu banyak hal yang perlu aku siapkan untuk menyambut dirimu hadir di kehidupanku
Aku masih perlu belajar memasak agar kelak aku bisa menjamu mu dengan makanan sehat dan bergizi tiap harinya
Aku masih perlu belajar menjahit agar kelak aku bisa menjahit sendiri seragam kerjamu
Aku masih perlu belajar menahan emosi agar kelak aku bisa sabar menghadapi tingkah nakal putra putri kita
Aku masih perlu menambah pengetahuan agar kelak aku dapat menjawab pertanyaaan-pertanyaan kritis dari calon generasi kita

Aku masih perlu melakukan banyak hal Agar kelak aku bisa menjadi sosok mandiri yang kuat dan tangguh untuk menjadi pendamping setia mu, mendampingi sosok mu yang hebat, menjadi partner mu menjalani kehidupan dan Menjadi istrimu yang bisa engkau banggakan.

Dan semoga Tuhan segera mempertemukan kita saat kita sudah-sudah benar siap menjalani kehidupan berdua. 

Salam rindu dan sayang selalu

Calon Pendamping mu di dunia dan akherat












Tuesday, May 5, 2015

Jalan-jalan ke Padivalley

Padivalley???

Ayo.. dari namanya bisa ditebak ga, ini tempat apa an?
Kalo searching di google pictures, yang nampak itu hamparan rerumputan hijau dengan latar pegunungan dan danau serta beberapa orang yang nampak memegang stick dengan tatapan fokus pada bola kecil. Yups udah bisa ditebak belum??? Yah, betul. Ini sebuah tempat bermain Golf, salah satu olahraga bergengsi yang menjadi olahraga favorit golongan-golongan atas. Padivalley Golf Gowa yang terdapat di Propinsi Sulawesi Selatan tepatnya di daerah Gowa.


Yups.... beberapa bulan yang lalu dapat kesempatan jalan-jalan kesana bareng teman-teman kantor untuk acara temu kenal Bapak Felix Tandiawan selaku Direktur PT Sinar Galesong. Hm... acara seperti ini neh ditunggu-tunggu banget, hehehhehe. Soalnya selama kurang lebih 9 jam di dalam kantor, enam hari dalam seminggu cukup membuat perasaan bosan, jenuh, dan lelah selalu menghampiri. Walaupun kerjaan cuma duduk-duduk manis di depan komputer tapi dengan terus-terusan menatap layar komputer plus tembok-tembok tebal mengelilingi sukses membuat saya dan teman-teman kantor kadang ga tau tentang cuaca diluar kayak gimana?Hujan kah? Panas kah? Salju kah? eh... ga mungkin banget ya kalo salju bisa turun disini, hehehhe. Tetapi sapa tau besok-besok ada hujan duit, kita yang di dalam kantor ga bakalan tau dan ga kebagian deh jatah uang jatuh dari langit..hehehehehe ngayal lagi.

Monday, May 4, 2015

Review Film Orpan

Assalamualaikum...

Karena kemarin tanggal merah di kalender karena bertepatan dengan hari Buruh. Jadi deh saya cuma malas-malasan di kamar seharian ditemani laptop dan buku. Kerjaan seharian cuma baca buku dan nonton. Pas lagi asyik-asyiknya baca buku, teman sekamar juga lagi asyik menonton film hollywood berjudul Orphan. Saya yang saat itu sedang asyik-asyiknya membaca buku akhirnya teralihkan untuk ikut menonton. Di beberapa Adegan Film saya selalu refleks mengucap istigfar saat seorang anak dalam film tersebut melakukan kejahatan-kejahatan keji. Dan ternyata di akhir film barulah terkuak siapa anak itu sesungguhnya. Penasaran dengan review nya keselurahan.. Okey let's check this out


Film yang disutradarai oleh Jaume Coller Serra ini dirilis pada tahun 2009 dengan genre horror. Dari judulnya yang berarti anak yatim piatu. Saya awalnya menerka kalau film ini bercerita tentang anak yatim piatu yang diadobsi oleh keluarga kaya lalu disiksa hingga mati dan menjadi hantu... (Heheheh, ini kayaknya film horror versi Indonesia).. Tetapi saya salah total.