Wednesday, September 20, 2017

Review Drama Korea Manhole:

Sekarang lagi gemes-gemesnya nonton Drama Korea dengan judul Man Hole "Phil From Wonderland" Yaps drama korea yang dibintangi oleh Kim Jae Joong ini baru tayang di Stasiun TV KBS2 Korea sebanyak 12 Episode. Aku sendiri baru nonton sampe episode 9. Dan aku putuskan buat reviewnya disini.

Judul Drama Korea:  Manhole (Wonderland's Phil)
Penulis                  : Lee Jae Gon   
Jadwal Tayang       : 09 Agustus-28 September 2017
Jumlah Episode      : 16 Episode
Hari Tayang           : Rabu dan Kamis di Korea Selatan
Genre                    : Fantasi Romance
Pemain Utama        : Kim Jae Joong, UEE, Jung Hye Seong dan Baro


Drama korea ini tentang kisah cinta dan persahabatan antara 7 anak muda. Kisah cinta dan persahabatan sudah banyak seh sebenarnya. Tetapi kisah diantara mereka lumayan unik. Karena diantara tujuh orang ini terjalin kisah cinta segitiga dan segi empat. Hohoho. Pokoknya ribet dah. Nah kisah cinta dan persahabatan mereka diceritakan dengan acak karena memakai alur maju mundur. Jadi kisah mereka diceritakan bolak balik masa lalu dan masa depan dengan tokoh utama melintasi waktu. Saya selalu suka tentang kisah perjalanan waktu seperti itu. Mirip sama cerita Doraemon, Inuyasha, atau splash splash love. Tetapi yang unik di drama ini, karena perjalanan waktunya menggunakan manhole. Jadi ceritanya si tokoh utama Bong Phil yang diperankan oleh Kim Jae Joong terhisap ke dalam Manhole (Saluran Got). Lewat manhole itu Bong Phil melakukan perjalanan waktu bolak balik ke masa lalu dan masa depan.

Manhole Phil
Awal cerita, Sang Tokoh Utama Bong Phil (diperankan oleh Kim Jae Joong), Pria usia 28 tahun berstatus pengangguran yang merasa stress dan sangat depresi karena tak bisa menerima kenyataan. Sang Pujaan hatinya akan menikah seminggu lagi. Dalam rasa sedih dan penyesalan ia memohon agar bisa memutar kembali waktu. Agar ia bisa memperbaiki hubungannya dengan Kang So Jin.

Bong Phil yang merasa strees karena pernikahan So Jin

Kang Soo Jin adalah gadis pujaan hati Bong Phil. Diperankan oleh si cantik UEE. Mereka berdua tumbuh di lingkungan yang sama. Bahkan rumah Bong Phil dan So Jin bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh tembok saja. Belajar di sekolah yang sama sejak SD hingga SMA membuat mereka berdua dekat. Bong Phil bahkan memendam rasa suka pada So Jin selama 20 tahun lamanya. Hari-harinya ia lewati untuk terus memberikan kebahagiaan buat So Jin. Bong Phil bahkan mencuri kamera digital milik ayahnya lalu memberikannya pada So Jin yang hobby memotret. Tetapi ternyata segala pengorbanan yang ia lakukan bertahun-tahun lamanya jadi sia-sia. So Jin memilih untuk menikah dengan pria lain. 

So Jin cantik di hari pernikahannya
Bong Phil lalu diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, agar bisa merubah Takdir So Jin yang menikah dengan pria lain. Tetapi ternyata semuanya tak berjalan dengan lancar. Bong Phil tak bisa memilih dimana dan kapan moment dalam hidupnya terulang. Bagusnya masa lalu yang buruk bisa ia ubah agar tidak terjadi. Tetapi jeleknya, masa lalu yang berubah membuat masa kini juga berubah. Hal buruk yang ia hindari malah membuat masa depan jadi berantakan.

Bong Phil memberikan kejutan untuk So Jin
Manhole membuat tubuh Bong Phil terlempar-lempar antara masa lalu dan masa depan yang tak bisa ia tebak. Dan ini yang membuat ceritanya jadi sangat unik.Suatu waktu Bong Phil menghindar dari Pukulan Pacar So Jin di masa lalu. Tetapi kemudian saat Bong Phil berada di masa depan, ia tetap tak bisa bersama dengan So Jin karena dia mendapati dirinya sebagai preman. Suatu waktu Bong Phil berusaha menyelamatkan So Jin dari kobaran api, harapannya dengan begitu di masa depan ia bisa menikah dengan So Jin. Tetapi yang terjadi malah Bong Phil membuat So Jin menderita selama bertahun-tahun karena harus menunggu Bong Phil sadar dari Koma. Kisahnya benar-benar unik. Karena selalu ada kejutan tiap episodenya. Hohoho maafkan spoiler panjang di atas. Hihihi

Bong Phil yang melakukan prawedding dengan Jin Sook
Selain kisah cinta segi empat antara Bong Phil, Soo Jin, Jin Sook dan Suk Tae. Ada juga kisah cinta segitiga antara Dal Soo, Jung Ae, dan Goo Gil. Kisah percintaan mereka menyedihkan. Mereka Saling mencintai tetapi bagaimana pun mereka berusaha akhirnya malah tak bisa bersama. Tetapi karena drama nya belum ending,, penonton belum tahu siapa yang akan menjadi pasangan pada akhirnya. Semoga tidak ada sad ending... seperti moon lovers scarlet... Hiks..
Aigoo.. bahkan saat bersedih pun Bong Phil tetap ganteng parah

Setelah nonton drama korea ini saya jadi yakin bahwa Jodoh adalah Takdir yang dapat diusahakan. Tetapi yang namanya takdir, usaha kita hanya satu variabel saja, sebab ada variabel lain yang juga ikut mempengaruhi. Termasuk variabel lain tersebut adalah keputusan terbaik dari Tuhan. Jadi Jika kau yakin dia adalah jodohmu, maka berusahalah yang terbaik untuk mendapatkan si dia. Tetapi kamu harus tahu bahwa sekuat apapun kamu berusaha, kalo dia memang bukan ditakdirkan untukmu. Maka kamu tak akan bisa bersamanya.

Sakitnya Rasa Kehilangan

Siapakah yang lebih merasakan sakit, yang ditinggalkan atau yang meninggalkan???

       Kedua pihak pasti akan merasa terluka. Sebab yang namanya Perpisahaan, pasti ada rasa sakit yang tertinggal. Entah itu pisah dengan keluarga, sahabat, kekasih atau bahkan kucing kesayangan. Dan tentang seberapa besar rasa sakit yang kita derita, tergantung dari seberapa besar rasa sayang kita pada sesuatu yang harus kita lepaskan itu. 

Ketika orang yang ditinggalkan memiliki cinta yang lebih dalam dari orang yang meninggalkan, pastilah rasa sakit yang ia derita jauh lebih besar. Lalu kenapa orang-orang yang saling menyayangi harus saling meninggalkan? Tak bisakah kita hidup bahagia selamanya disini?

Jawabnya TIDAK BISA.

Dunia ini bersifat fana. Sama dengan diri kita dan diri orang-orang yang kita sayangi. Sama juga dengan perjumpaan kita dengan mereka. Semuanya tak abadi. Semuanya akan berakhir. Sama seperti matahari pagi yang kita lihat hari ini, dia akan tenggelam saat malam menjelang. Lalu apakah kita harus menangis tersedu-sedu karena matahari menghilang dan gelap datang? Tentu tidak. Cahaya matahari mungkin sirna, tetapi ia tergantikan dengan kerlip kerlip bintang dan indahnya rembulan. Lagipula, Insya Allah jika Tuhan mengijinkan kita akan bersua kembali dengan hangatnya mentari pagi esok hari. Sama juga dengan orang-orang yang pergi meninggalkan kita. Ia sudah tak bersama lagi dengan kita di dunia ini, tetapi Jika Allah mengizinkan, Kita akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita sayang di SurgaNya kelak. 

"Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah dengan sebab cinta karena Allah"


Sebenarnya yang menyebabkan perpisahan itu terasa sangat menyakitkan adalah hati yang belum siap serta karena ada rasa penyesalan yang mengikut pada rasa sakit tersebut.

Dulu ada seorang kakek tua yang merasa sangat terpukul dengan kematian istrinya. Setelah istrinya dimakamkan, ia terus menatap pusara kubur istrinya hingga malam menjelang. Lalu seorang anak muda menghampirinya dan bertanya "Kenapa kakek masih disini? Kakek harus bisa mengikhlaskan kepergian nenek dan tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. 

Lalu Si Kakek menjawab, aku sudah mengikhlaskan kepergiannya hanya saja aku merasa sangat menyesal. Karena puluhan tahun aku hidup dengan istriku, sekalipun aku belum pernah mengatakan bahwa "AKU MENCINTAINYA". Dan sekarang aku merasa sangat menyesal karena tak pernah mengucapkan kalimat itu.

Lain lagi dengan kisah Seorang Anak yang merasa sangat sakit dengan kematian Sang Ayah. Ia merasa sangat sedih dan terpukul karena kepergian Sang Ayah secara tiba-tiba. Parahnya Sang Anak tak berada di sisi Ayahnya disaat terakhir. Bahkan kala terakhir Sang Ayah menelpon untuk mengungkapkan rindu, ia malah menjawab ketus karena sedang sangat sibuk. Dan tanpa ia ketahui ternyata saat itu adalah saat terakhir ia bisa mendengar suara Sang Ayah. Bukan hanya rasa sakit yang ia rasakan tetapi juga penyesalan terdalam. 

Ada juga tentang kisah sepasang kekasih yang harus terpisah karena takdir. Sang Gadis yang ditinggalkan merasa sangat sedih dan kehilangan. Rasa sakit yang ia rasakan begitu pedih hingga rasanya jiwanya juga ikut terbang bersama kekasih hatinya. Dalam kesedihannya yang panjang ia lalu bergumam dalam hati, "Seandainya bisa memutar waktu kembali, mungkin sebaiknya kita tak usah bertemu. Aku baru menyesalinya sekarang. Aku baru tahu ternyata setelah kepergianmu rasa sakitnya bisa separah ini. Rasa rinduku padamu seperti mencabik-cabik seluruh ragaku"

Tetapi seiring berjalannya waktu, rasa sakit yang dirasakan Sang Gadis itu memudar. Kini ia bisa tersenyum kembali saat mengenang kebersamaan dengan Sang Kekasih hatinya. Kini ia berpikir bahwa "Seandainya waktu dapat diputar kembali. Ia akan memohon agar dapat dipertemukan kembali dengan kekasihnya. Mengatakan bahwa ia mencintainya tiap hari. Mencurahkan seluruh rasa sayangnya tanpa ragu. Serta menikmati setiap detik kebersamaan dengannya. Sehingga saat tiba waktu untuk berpisah, ia tak merasa sesakit dulu. Karena tak ada lagi penyesalan yang tersisa".

Akupun pernah merasakan rasa sakit akan kehilangan orang yang kusayangi. Bahkan saat ini pun saat memimpikannya, air mataku masih mengalir. Padahal kebersamanku dengannya tak cukup setahun. Tetapi rasa sakit kehilangan dia masih tertinggal hingga bertahun-tahun. Dia adalah adik kecilku. Yang dulunya sering tertidur dalam gendonganku. Di hari kepergiannya, aku berusaha untuk tak meneteskan air mata. Karena aku sangat tahu bahwa dia telah kembali kepada Sang Pemilik Sejati. Tetapi saat aku memeluknya dalam gendonganku untuk yang terakhir kali, air mataku tertumpah tanpa bisa kutahan. Rasa sakit menjalari hatiku ketika pipiku menyentuh pipinya yang dingin membeku.

 Dan sekarang setelah menulis ini, aku jadi berpikir, adakah orang yang akan merasakan sakitnya kehilangan saat aku telah tiada?












Pentingnya Belajar Bahasa Inggris


Jaman Sekarang, bukan hanya kemampuan berhitung yang harus dipelajari, tetapi juga kemampuan berbahasa. Paling standar menguasai penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Lebih bagus lagi jika menguasai bahasa daerah dari kampung ayah dan ibu. Jadi saat pulang ke kampung halaman gak jadi "patung" karena gak ngerti om dan tante ngomong apa. Hahahaha ini pengalaman pribadiku banget.

Tetapi selain menguasai bahasa daerah dan bahasa nasional kita, penggunaan bahasa asing juga harus dipelajari. Paling dasar kuasai-lah bahasa Inggris sebagai bahasa yang dipakai di 61 Negara. Lebih keren lagi kalo bisa kuasai bahasa lain seperti Bahasa Arab, Bahasa Cina, dan Bahasa Jepang. Hohoho.Tetapi awalnya bahasa inggris aja dulu. 

Saya sendiri sudah belajar bahasa inggris sejak kelas 4 SD. Dan masih belajar juga hingga sekarang. Tetapi ternyata aku gak pintar-pintar hahaha. Gara-gara apa? gara-gara gak pernah benar-benar serius mempelajarinya. Jaman kuliah dulu sempat ikut kursus juga beberapa bulan. Tetapi yang kupelajari menguap begitu saja. Dan sekarang udah punya pekerjaan sendiri aku masih menyempatkan diri untuk ikut kursus setelah pulang kerja. Disamping mengisi waktu luang, mempelajari kembali bahasa inggris di usiaku sekarang banyak manfaatnya loh. 

Berikut alasannya:

1. Dapat meningkatkan kinerja otak

    Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa mempelajari bahasa asing seperti bahasa inggris dapat meningkatkan ukuran otak di Hippocampus. Tau tentang hippocampus? Jadi Hippocampus adalah salah satu bagian otak yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan ingatan jangka panjang. Jadi dengan mempelajari bahasa asing dapat membuat ingatan kita jadi lebih baik. Selain itu, mempelajari bahasa asing juga dapat membuat otak kita bekerja lebih baik loh sehingga mengurangi potensi terkena penyakit Dementia dan Alzheimer. Tau tentang penyakit Demensia dan Alzheimer? Dua penyakit ini merupakan penyakit kelainan otak yang biasanya menyerang orang-orang lanjut usia. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang-orang yang masih muda bisa terkena penyakit ini. Liat saja filmnya di A Moment To Remember... Filmnya sedih banget.. Eh kok jadi ngomongin film hehehehe sorry out of the topic sejenak. Yang pasti dengan mempelajari bahasa asing kinerja otak jadi lebih aktif sehingga kemungkinan untuk terkena demesia dan Alzheimer berkurang.



2. Mudah jika ingin Travelling ke berbagai negara

    Hobby Travelling? Setidaknya kuasai bahasa inggris dulu. Karena Menurut Wikipedia, ada 61 negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa resmi dan itu berada di enam benua. Kalo mau tahu apa saja negaranya, cek di wikipedia yah...Selain itu, bahasa inggris disebut sebagai salah satu bahasa yang mudah untuk dimengerti. Pastinya dalam satu negara setidaknya ada orang yang bisa berbahasa inggris. Jadi dengan menguasai bahasa inggris, perjalanan kita ke negara lain akan lebih mudah.


3. Menguasai bahasa inggris membuatmu terancam keren

    Kalo ini menurut pendapat saya pribadi. Hahahha. Karena saya sudah belajar bahasa inggris dari SD sampai sekarang dan tetap gak pintar-pintar. Jadinya... orang yang bisa was wis wus bahasa inggris dengan lancar, menurutku itu keren banget. 
Nyanyi bahasa inggris bisa... Pidato dan Debat Bahasa Inggris jago... Translate artikel bahasa inggris berlembar-lembar Gampang. K E R E N ... BANGET 

Saya yang punya hobby baru nulis surat ke Luar Negeri aja harus ngandelin google translate, bing translator, hingga oxford dictionary.  Dan Alhamdulillah walaupun penyusunan kalimatku masih amburadul, my penpals who stay in abroad can understand what i mean hohoho. Baca pengalamanku menulis surat keluar negeri disini


4.  Memudahkan saat mengikuti Rekrutmen Karyawan

     Beberapa waktu lalu saya mengikuti Test Rekrutment untuk menjadi Pegawai PLN. Dan ternyata salah satu testnya adalah Test Akademik dan Bahasa Inggris. Di test ini kita menghadapi pilihan ganda dengan total soal 50 butir dan ini bercampur soal untuk test akademik sesuai jurusan masing-masing dan test kemampuan bahasa inggris. Karena diriku jurusan akuntansi, hari itu aku menghadapi pertanyaan tentang akuntansi dan bahasa inggris dalam satu paket soal. Udah soal akuntansinya susah ditambah lagi soal bahasa inggrisnya yang setaraf dengan soal TOEFL. Wooow banget rasanya. Keluar dari ruangan ujian, kepalaku rasanya berasap. Hahahaha. Pertanyaannya tidak gampang sodara. Efek udah jarang nyentuh buku lagi kayaknya. 


5. Memudahkan study saat lanjut Kuliah Pasca Sarjana

     Udah tahu kan, kalo salah satu persyaratan untuk melanjutkan kuliah S2 itu adalah Sertifikat TOEFL atau IELTS yang masih berlaku, tentunya dengan standar nilai tertentu. Hal ini penting saat akan melanjutkan kuliah pasca sarjana, karena saat mengikuti perkuliahannya, kebanyakan materi diambil dari jurnal-jurnal berbahasa inggris. Jadi memang seharusnya kita memiliki kemampuan bahasa inggris dasar untuk menterjemahkan. Ini baru dalam negeri. Belum kalo kamu punya cita-cita untuk kuliah di Luar Negeri... Musti harus dan wajib tuh belajar bahasa inggrisnya sungguh-sungguh. Jadi proses perkuliahannya bisa berjalan lancar. 

Jadi mulai sekarang, walaupun agak telat, saya akan belajar bahasa inggris sedikit lebih rajin lagi. Hahahah saya pake kata sedikit. Soalnya takut janji yang kubuat pada diri sendiri malah kuingkari. Yang pasti saat mendapatkan pelajaran baru tentang bahasa inggris. Saya coba akan share di blog ini.
   

Saturday, September 16, 2017

Sebarkan Kasih dan Cinta Pada Sesama

Beberapa waktu lalu rekan-rekan di tempat kerjaku heboh membicarakan tentang kasus anak muda berumur 18 tahun yang gantung diri. Kasus gantung diri tersebut heboh karena anak muda tersebut gantung diri setelah video call dengan pacarnya. Saya sendiri hanya mendengar berita ini dari cerita teman-temanku (Jadi sebelumnya Mohon maaf, bukan bermaksud untuk menghakimi atau menjelek-jelek'kan almarhum lewat postingan ini. Tetapi saya menulis ini supaya jadi pelajaran buat diri saya pribadi). Sebelumnya Ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan.Amin ...

Jadi berita di media sosial mengatakan bahwa Anak muda ini tewas gantung diri setelah bertengkar hebat dengan kekasih hatinya. Anak muda tersebut sempat menyampaikan keputusannya untuk gantung diri pada kekasihnya lewat video call. Saya juga belum tahu tentang kebenaran berita ini. Tetapi mengetahui hal itu saja sudah membuat hatiku teriris. Dan setelah googling, ternyata kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Ada beberapa kasus lain yang serupa. Dari Website Kumparan.com memberitakan tentang seorang pria melakukan bunuh diri sambil menyiarkannya di Facebook. Dan diberitakan juga bahwa keputusan nekat tersebut diambil karena ditinggal oleh sang Istri. 

Ada juga seorang pria yang bunuh diri dengan menembakkan senapan di dadanya. Dan penyebabnya lagi-lagi karena persoalan hati. Pria tadi memutuskan bunuh diri karena baru saja patah hati. Dan lagi-lagi ia melakukan bunuh diri tersebut sambil siaran langsung di Facebook. Bagaimana mungkin ia merekam dirinya sendiri saat menanti malaikat maut menjemput??? Ahhh, apa yang sedang ada di kepala mereka saat mengambil keputusan tersebut. Tidakkah dia berpikir bahwa masa depannya masih panjang? Tidakkah ia berpikir bahwa selain pujaan hati yang telah mencampakkannya, masih ada kemungkinan untuk menemukan pujaan hati yang baru. Tidakkah ia berpikir tentang keluarga yang akan ditinggalkan akan merasa sangat sedih dan terpukul atas kepergiaannya. 




Lalu mari merenung sejenak,,, sebenarnya siapa yang salah? Salah media sosial kah? Salah TV dan Internet kah? Atau salah mereka sendiri... kenapa bisa punya pikiran dangkal seperti itu. Tetapi sebagai sesama manusia, tak pantaslah diri kita menjudge orang lain seperti itu. Karena bukan kita yang menjalani hidup mereka. Kita tak pernah tahu apa yang benar-benar mereka rasakan. Hal serupa bisa juga menimpa saudara, teman, atau anak kita. Keputusan nekat untuk bunuh diri bisa karena banyak faktor. Dan salah satunya adalah karena merasa dirinya tak lagi berharga dan tak pantas lagi untuk dicintai. Jika seseorang merasa seperti itu dan hatinya menjadi hancur lebur. Ia merasa dunianya telah berakhir. Dan tak punya alasan lagi untuk hidup. Saat seperti ini setan akan menyerbu dari berbagai arah dan berbisik agar ia mengakhiri saja hidupnya. Dengan begitu masalah akan selesai. Orang yang tak punya siapa-siapa lagi untuk berbagi bebannya pasti akan mendengar bisikan setan-setan tadi. Dan akhirnya tindakan bunuh diri nekat ia lakukan. Seandainya saja iman masih ada di hatinya, ia akan berpikir untuk mengembalikan semuanya pada Tuhan. Seandainya saja ada satu orang yang mau peduli dan mendengar keluh kesahnya, mungkin beban yang ia rasakan sedikit berkurang. Seandainya ada satu orang saja yang mengatakan bahwa ia sangat spesial dan masih sangat dibutuhkan di muka bumi ini. Mungkin ia tak akan memilih jalan pintas tersebut.

Jadi mulai dari sekarang, kenapa kita tak mulai untuk mengatakan Terima Kasih pada sahabat dan rekan-rekan kita. Karena mereka masih setia menemani dan mendengar keluh kesah kita. Kenapa kita tak mengatakan Rasa Cinta dan Sayang kita pada orang tua dan saudara-saudara kita. Karena mereka masih setia menemani hingga saat ini. Kalaupun kita tak memiliki teman atau keluarga tempat berbagi. Kita masih punya Tuhan tempat mengembalikan semua problematika hidup ini. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, kehidupan kita saat ini suatu hari nanti pasti akan berakhir, entah itu kita siap atau tidak. Dan sadarilah bahwa Tuhan punya alasan tersendiri karena telah menghadirkan kita di dunia ini. Jadi mari nikmati hidup ini selagi masih sempat. Mari terus sebarkan kasih dan cinta kita pada sesama. Karena bisa jadi satu senyuman dari kita akan meringankan rasa sakit hati yang dirasakan orang lain.

Hal Kecil Yang Mengubah Moodku di Pagi Hari

Hufftttt.... hari sabtu
Hari paling menyebalkan menurutku.

Seperti biasa, kalo lagi suntuk. Aku akan menggerakkan jari-jari ku sendiri. Menuliskan semua yang ada dalam pikiranku selama 10 menit. Dengan begini semangatku akan kembali up.

Jadi hari ini aku terbangun Alhamdulillah dengan keadaan sehat wal'afiat. Terbangun dari tidur yang sangat nyaman. Walaupun hanya berbaring diatas selimut dan lantai keras. Tetapi tidurku tetap sangat nyaman. Hahahaha, sebuah nikmat yang tiada terkira saat bisa memenjamkan mata dan tidur dengan lelap. Karena beberapa orang harus menelan pil pahit agar bisa tidur dengan lelap. 

Setelah malam panjang yang terasa singkat itu, aku membuka mata dan langsung mengguyur diri dengan air dingin. Kebiasaan yang diajarkan sejak dari kecil dulu. Bangun tidur kuterus mandi. Hahahaha. Dan ternyata benar, sejuknya air pagi akan membuat tubuh dan pikiran langsung segar. Apalagi jika setelah itu langsung dilanjutkan dengan bersimpuh pada Sang Pencipta atas nikmat hidup ini. Ahh,, rasa damai tentu akan langsung menjalar ke dalam hati juga. 

Hari ini walaupun awal pagiku sudah segar, tetapi rasa malas langsung merayap memenuhi pikiranku saat akan berangkat ke kantor. Huffttt,,, aku harus menghalau rasa malas itu pergi menjauh. Jadi setelah berpakaian rapi dan latihan tersenyum di depan cermin. Aku pun melangkahkan kaki dengan riang menelusuri jalan yang sudah kulalui selama kurang lebih empat tahun lamanya. 

Syukurlah hari ini langit sangat cerah. Cahaya Matahari juga tidak terlalu terik. Dan karena aku berangkat ke kantor agak cepat. Jadi aku bisa berjalan santai menikmati pagi ini. Hei hari ini aku bertemu bapak-bapak chinesse yang memiliki rumah besar di ujung jalan. Biasanya saat aku berangkat ke kantor dia sedang membersihkan mobilnya. Tetapi hari ini aku berpapasan dengannya saat ia bersepeda santai. Saat melihatnya dari kejauhan, aku langsung tersenyum dan ia langsung menyapa dengan ucapan Assalamualaikum. Ini pertama kalinya ia menyapa dengan salam. Biasanya saat bertemu muka, kami hanya saling melempar senyum. Tetapi karena ia sudah memberi Salam, maka langsung kujawab dengan Walaikumsalam warahmatullah. Sebenarnya aku tidak tahu apakah muslim atau bukan. Tetapi ya Sudahlah.. anggap itu sebagai bentuk hadiah pagi ini. Saling bertukar doa antar sesama. 

Setelah disapa seperti itu langkahku menuju ke kantor semakin ringan. Dan hei,, kenapa tiba-tiba pemandangan kiri dan kananku sangat cantik. Bunga-bunga yang tumbuh di pinggir jalan, rumput-rumput yang tumbuh liar, pohon-pohon yang nampak kering, dan bahkan rumah-rumah tetangga yang sering tidak kuhiraukan juga jadi nampak indah. Hohoho mungkin efek salam dari bapak tadi. Dan kemudian segera kuambil ponsel dari saku dan memotret pemandangan yang kulalui. Aku tidak peduli dengan pedagang sayur yang lewat dan melemparkan pandangan aneh padaku. Hahahha,, yang penting aku ingin mengabadikan moment indah hari ini... 

Dan ini dia ... potret yang kuambil dalam perjalananku dari rumah ke kantor yang biasa dilalui dengan jalan kaki selama 10 menit..

View mesjid cantik dengan latar biru langit





Lorong perumahan elit yang sering kulewati





Entah itu pemancar apa,,, tp kalo diliat mirip namsan tower hahahah
 Lumayan kann?? Yaps daripada gue manyun,,hehehehe
Alhamdulillah setelah menulis ini rasa suntuk dan malas yang tadi merayapi pikiran dan tubuhku sudah pergi menjauh. Ternyata ada banyak sekali nikmat yang harus disyukuri hari ini. Dan tahu apa??? ternyata Sebuah Salam dari Bapak Chinesse tadi sukses mengubah moodku di pagi hari... Subhanallah Ya ^_^

Tuesday, September 12, 2017

Review Movie Korea "Shoot Me In The Heart"

"Ada dua macam orang yang masuk rumah sakit jiwa, pertama, yang masuk rumah sakit jiwa karena gila dan yang kedua, dimasukkan rumah sakit jiwa agar menjadi gila"

Pernah punya pengalaman ketemu orang gila? kalau aku pernah. Aku pernah dikejar orang gila saat nunggu angkot pas pulang sekolah. Untung ada kakak berbadan besar dengan seragam SMA lewat naik motor dan halau orang gilanya hufftt.... jadi sekarang kalo liat orang gila berkeliaran di jalanan, aku milih cari jalan lain ato sembunyi dulu.

Berbicara masalah orang yang sakit jiwa, nih ada movie korea yang menceritakan kisah orang-orang gila di Rumah Sakit Jiwa. Dibintangi oleh Aktor Muda Ganteng Yeo Jin Go dan Lee Min Ki. Ini kali pertamanya aku liat aktingnya Yeo Jin Go. Sebelumnya cuma liat mukanya sewaktu jadi Guest di Running Man. Dan setelah liat aktingnya disini, ternyata dia keren. Selain Jin Go, ada Lee Min Ki juga. Hahaha,mereka berdua orang gila yang cakep. wkkwkwk cek reviewnya yuk...

Movie ini dirilis Januari 2015, ceritanya sendiri diangkat dari sebuah novel dengan judul Nae simjangeul Sswara yang ditulis oleh Jung Yoo Jung (sumber:asianwiki.com). Ceritanya dimulai dengan menampilkan Lee Soo Myung (diperankan oleh Yeo Jin Go) sedang berada dalam sebuah mobil dengan kaki dan tangannya diikat. Ia lalu melihat perkelahian yang terjadi di pinggir jalan. Ternyata yang sedang terlibat perkelahian adalah Ryu Seung Min (diperankan oleh Lee Min Ki). Singkat cerita malam itu, mereka berdua bertemu disebuah tempat yang ternyata rumah sakit jiwa Soori. Baru pertama menginjakkan kaki di rumah sakit jiwa itu, mereka berdua langsung dihajar habis-habisan oleh petugas rumah sakit. Gara-gara Seung Min yang mencoba untuk kabur dan membuat gaduh malam-malam.

Nonton Sampe sini saya merasa kesal banget tuh sama petugas rumah sakitnya. Mereka menjaga pasien sakit jiwa seperti menjaga orang dalam tahanan. Sedikit-sedikit main pukul, sedikit sedikit main keroyok. 


Keesokan harinya, Dokter menemui Seung Min dan memberi peringatan padanya. Sedangkan Lee So Myung masih tergolek lemah dengan infus di tangannya. Tetapi lagi-lagi salah seorang petugas rumah sakit menganggu Lee So Myung dengan menarik paksa infus yang masih tertancap dan memaksanya untuk bangun. Dan ternyata Seung Min dan Lee So Myung ditempatkan di kamar yang sama. Bahkan ranjang tempat tidur mereka bersebelahan. Lee So Myung sedikit merasa kurang nyaman tetapi Seung Min menggodanya dengan berkata "Maaf Miss Lee, kita harus bertemu di tempat ini"  Hohoho ini adegannya lucu. Mukanya Lee So Myung antara jijik, mau muntah dan illfeel dipanggil Miss padahal dia'kan cowok. Alasannya, karena saat itu, Lee So Myung berambut panjang. Dengan wajah yang innocent, memang agak mirip cewek. Hehehehe.


Hari-hari mereka pun dimulai di rumah sakit ini. Hampir tiap hari Seung Min buat masalah. Tetapi alasannya kebanyakan karena ia menolong Lee So Myung atau karena sedang mencari jalan keluar dari rumah sakit itu. Usut punya usut ternyata Seung Min sewaktu berumur 10 tahun, sudah pernah dirawat di RSJ Soori ini. Alasannya karena ia sulit menahan emosinya sendiri, lalu ia membakar villa ayahnya. Dan karena hal itu, ayahnya menjebloskannya ke Rumah Sakit Jiwa saat usianya masih sangat belia. Tetapi beberapa tahun kemudian ia dinyatakan telah sembuh dan menjalani kehidupannya seperti orang normal. Tetapi kemudian ia tiba-tiba dimasukkan kembali ke Rumah Sakit Jiwa oleh saudara tirinya. Gara-gara apa? Gara-gara Saudara Tirinya mengincar saham yang diwariskan ke Seung Min. 

Karena tak terima, Seung Min habis-habisan memberontak untuk bisa keluar dari Rumah Sakit Jiwa tersebut. Seung Min ingin mewujudkan mimpinya untuk melakukan paragliding di Pegunungan Annapurna. Dia ingin mewujudkan mimpinya itu sekali dalam seumur hidupnya. Walaupun dirinya telah mendapat peringatan dari dokter agar tidak melakukan olahraga ekstrem itu lagi.


Sedangkan Lee So Myung mengalami skizofrenia dan Fobia terhadap gunting. Skizofrenia sendiri adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, berhalusinasi, dan perubahan prilaku. Hal ini menimpa Lee So Myung sejak kematian ibunya. Sejak saat itu, Lee So Myung sulit membedakan antara kenyataan dengan halusinasi dari pikirannya sendiri. Dan karena sering berhalusinasi dan mengamuk, ayahnya lalu memutuskan mengirim Lee So Myung ke rumah sakit jiwa agar mendapat perawatan.

Selain Lee So Myung dan Seung Min, kita juga diajak berkenalan dengan beberapa pasien lain seperti ibunya Ko Ahn Sung yang stress karena tidak bisa ikhlas menerima bayinya yang tewas terbakar di dalam rumah. Ada juga seorang kakek tua, yang dulunya adalah pelatih binatang di tempat sirkus. Yang karena kuda kesayangannya meninggal, membuat ia stress. Ia sering menganggap orang lain adalah kudanya kesayangannya lalu menunggangi orang tersebut. Ada juga seorang bapak pencandu alkohol yang memiliki mimpi untuk bisa masuk perguruan tinggi. Dan masih banyak lagi. 



Setelah nonton film ini saya baru tahu kalau aktifitas pasien rumah sakit jiwa ternyata beragam. Untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan mereka selain mendapatkan  terapi obat-obatan dan Elektrik Shok Terapi yang menyakitkan, mereka juga harus hadir di kelas seni, teater, dan kelas keagamaan. Bahkan ada juga adegan, dimana para pasien rumah sakit jiwa diajak untuk ikut membersihkan sampah di tempat umum. Di scene itu, mereka memakai seragam layaknya anak sekolahan, lalu memungut sampah-sampah yang berserakan. Karena merasa bosan, Seung Min lalu membuat ulah lagi. Ia memukul perawat yang berjaga dan membawa lari perahu boat yang terparkir di tepi sungai. Di adegan ini Seung Min dan Soo Myung tampak sangat bersenang-senang. Sangking bahagianya, Seung Min lalu berdiri di atas perahu lalu berteriak "Shoot Me In the Heart"



Movienya keren,,, Seru dan Kocak. Dari movie ini kita belajar arti persahabatan dan tentang bagaimana memperjuangkan mimpi, bagaimana bertahan dalam keadaan tersulit, dan tentang bagaimana menerima kenyataan pahit. Movie ini didedikasikan buat para anak muda agar tak pernah lelah mengejar mimpi. Karena sesungguhnya setiap detik dalam kehidupan kita sangatlah berharga. Jadi selagi masih muda jangan pernah takut mengejar mimpimu ^_^


Ini dia Rumah Sakit Jiwanya


Dan ini Pegunungan Annapurna yang berada di wilayah Nepal,, tempat impian Seung Min untuk melakukan paragliding,,,, viewnya benar-benar sangat cantik



Sunday, September 10, 2017

Sedalam apakah kau mencintaiku??

Yaps,, hari terakhir untuk minggu ke 36 di tantangan menulis 1 minggu 1 cerita. Sama seperti biasa, di awal bulan akan ada tema untuk tulisan. Dan kali ini temanya adalah "PERTANYAAN"

Hum, masih ada sekitar 4 jam lagi sebelum deadline minggu ke 36 berakhir. Rencana awal saya mau pake jatah bolos hahahah. Tetapi gak deh, takut tabiat bolosnya jadi kebiasaan. Saya sudah berjanji pada diri sendiri bahwa tahun ini akan lebih konsisten lagi menulis. Walaupun itu hanya satu minggu satu cerita. Sambil mengetik ini saya berdoa semoga jaringan gak lemot. Jadi bisa setor tulisan sebelum pukul 23.59

Jadi saya memutuskan untuk menulis karena tiba-tiba teringat kisah yang diceritakan oleh Guru Kesenianku waktu SMP dulu. Judulnya sama seperti judul postingan ini,,, tentang sebuah pertanyaan "Sedalam apakah kau mencintaiku???"

Waktu itu pelajaran kesenian berada di jam terakhir. Seingatku itu setelah jam istirahat kedua, berarti sekitar di jam setengah satu siang. Biasanya di jam seperti itu, kami sudah sangat lelah, sudah sangat ngantuk, dan tentunya daya fokus sudah berada di level terendah. Kami semua berdoa supaya pak Guru keseniannya gak masuk. Lumayan bisa santai sambil nunggu waktu pulang sekolah. Tetapi ternyata eh ternyata Pak Guru Keseniannya tetap masuk. Sontak kami semua memasang tampang cemberut dan menghela nafas panjang. Mungkin karena melihat ekspresi kami semua seragam,, Pak Guru Keseniannya lalu menyuruh kami menutup buku pelajaran dan memasukkannya di dalam tas. Ekspresi kami semua langsung berubah bahagia dan berteriak kegirangan. Tetapi Pak Guru keseniannya lalu memukul meja untuk menenangkan kegaduhan kami. 

Beliau berkata, "Sambil menunggu jam pulang saya akan menceritakan sebuah kisah percintaan. Tetapi syaratnya kalian harus duduk diam mendengarkan" 

Kami pun berteriak " Oke "

Pak Guru pun memulai bercerita bahwa Dulu ada sepasang muda-mudi yang saling mencintai. Mereka melewati masa kecil dan tumbuh dewasa bersama. Teman satu kampung hingga satu sekolah mulai dari SD sampai SMA. Yang wanita bernama Indah dan Yang Pria bernama Anton (hahahaha dua ini nama karangan soalnya saya sudah tidak diingat dulu Pak Guru bilang namanya siapa, heheheh). Semuanya baik-baik saja hingga mereka tamat SMA. Si Anton memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri. Sedangkan Si Indah memutuskan untuk tidak melanjutkan studynya. Maklum ayah dan ibunya hanya pedagang kecil di pasar. Saat itu sangat berat bagi Anto untuk memutuskan meninggalkan Indah. Tetapi kesempatan beasiswa yang ia terima mungkin tidak akan datang dua kali. Jadi dengan berat hati, ia pun berjanji pada Indah akan kembali melamarnya saat study nya di Luar Negeri selesai. Dan indah memegang janji itu dan melepas kepergian Anton dengan air mata berderai. Sebulan, dua bulan, hingga setahun komunikasi Indah dan Anton berjalan lancar. Kala itu mereka berkirim kabar lewat surat. Karena fasilitas internet atau telpon masih belum ada di jaman itu. Hingga suatu hari Indah dilamar oleh seorang pria tetangga sebelah. Ayah dan ibunya sudah merestui. Tetapi Indah belum mengiyakan, karena saat ini hatinya telah ia beri Ke Anton. Tetapi ada setitik keraguan yang merayap di hati Indah. Karena seringnya Anton telat membalas suratnya. Dan untuk meneguhkan hatinya kembali akan janji Anton yang dulu, Indah lalu menulis surat kilat pada Anton yang berisi pertanyaan "Katakan, sedalam apakah kau mencintaiku?" Tidak berapa lama, surat itu sampai di tangan Anton. Dan Anton membaca surat tersebut. Ia lalu segera mengirim balasan suratnya. Tetapi betapa terkejutnya Indah saat menerima balasan surat Anton. Karena di kertas surat yang ia terima, tak ada satu kata pun yang tertulis. Yang diterima oleh Indah hanya selembar kertas putih kosong. Karena hal tersebut, Indah merasa sangat kecewa, ia pun menerima lamaran pria pilihan ayah dan ibunya. Empat tahun berlalu, akhirnya Anton telah menyelesaikan studinya. Ia pun kembali ke tanah air dengan rasa bangga. Dan tentunya dengan rasa rindu yang amat besar untuk kekasih hatinya, Indah. Sebelum pulang ia menyempatkan membeli Jepitan Rambut Emas untuk melamar Pujaan hatinya tersebut. Tetapi kemudian hati Anton hancur berkeping-keping setelah sampai di Rumah Indah. Ia melihat Indah telah berambut pendek dan sedang menggendong bayi. Itu berarti Jepitan Rambut yang ia beli jadi tak berguna lagi. Anton pun meminta penjelasan Indah. Kenapa ia tega menikah dengan orang lain? Padahal dulu mereka sudah mengikat janji agar bisa hidup bersama suatu hari nanti. Indah lalu menyalahkan Anton. Kenapa ia tak menjawab pertanyaan yang ia berikan? Mengapa yang ia kirim hanya selembar kertas kosong? Anton lalu berkata bahwa selembar kertas putih itu adalah jawaban atas pertanyaan Indah. Bahwa Cinta Anton pada Indah sangat dalam dan suci sama seperti selembar kertas putih itu. Sangking dalamnya cinta Anton pada Indah, ia tak menemukan kata-kata yang pas untuk ia tuliskan. Oleh karena itu ia hanya mengirim selembar kertas putih itu. Anton dan Indah sama-sama menyesal. Ternyata kesalahpahaman terjadi diantara mereka hanya karena sebuah pertanyaan "Sedalam apakah kau mencintaiku?" Walaupun keduanya merasa sakit hati. Anton dan Indah memutuskan untuk saling mendoakan saja untuk kebahagiaan masing-masing. Karena Indah pun telah berbahagia dengan keluarga kecilnya. Dan Anton juga berjanji akan menemukan kebahagiaannya yang lain. The End

Waktu SMP dulu saat mendengar cerita ini, rasanya keren banget. Tetapi sekarang cerita ini sudah sangat biasa. Bahkan sinetron banget hahahha. Tetapi intinya bukan disitu seh. Intinya itu, Perkara Jodoh sudah ada yang mengatur. Walaupun kita maunya menikah dengan si dia lalu ngotot mengatakan bahwa dia satu-satunya yang hanya akan ada di hati selamanya. Tetapi kalau bukan dia yang namanya tertulis di Lauhul Mahfuz yang mau gimana lagi. Kita gak bisa apa-apa. Karena kita cuma manusia biasa. Bisanya cuma berencana, tetapi perkara takdir itu tetap Allah yang menentukan. Kalau bukan dia yang ditakdirkan untuk kita, ada saja jalan bagi kita untuk berpisah dengannya. Sama seperti kisah cinta Indah dan Anton tadi. Dua orang yang saling mencintai dan berjanji untuk hidup bersama akhirnya terpisah hanya karena selembar kertas kosong tadi. 

Humm,, Dan ini berlaku juga sebaliknya, kalaupun kita gak pacaran. Memutuskan untuk menghijab diri dan hati. Menundukkan pandangan, menjaga pergaulan dan tidak tebar pesona kemana-mana. Yang sudah kebal dengan cibiran orang mengatakan diri kita ini kuno atau calon perawan tua. Tetapi jika Allah telah memutuskan akan menikahkan kita dengan seseorang yang baik. Yang mungkin kita dan dia terpisah jarak terlalu jauh. Tak pernah bertemu sebelumnya. Allah akan tetap berikan jalan agar hati kita dan hatinya menyatu. Karena sesungguhnya Allah menciptakan semuanya berpasang-pasangan. Jadi jangan pernah takut tak bertemu jodoh. Karena jodoh itu bisa saja kita disatukan di dunia tetapi bisa juga kita disatukan di akherat Kelak.

Hei,,, ada satu hal yang terlupa, setelah dipikir-pikir kenapa guru kesenian ku menceritakan ini pada kami. Jangan-jangan ini adalah pengalaman pribadi Pak Guru Kesenianku. Soalnya si Anton pasti punya nilai kesenian yang tinggi, karena dibandingkan mengungkapkan rasa cintanya yang dalam lewat kata-kata dia lebih memilih mengirim selembar kertas kosong. Hahahaha,,kalau sampai benar begitu berarti kami harusnya menghibur Pak Guru Kesenian hari itu juga. 

Wassalam 

Menulislah walau hanya satu minggu satu cerita




Sahabat - Kahlil Gibran


Sahabatku.... 

Aku tidak seperti bagaimana yang kau sangka selama ini, bahkan aku pun tak mengenal siapa diriku sesungguhnya. Engkau lihat aku mengenakan jubah sebagai pakaian kebesaran yang melindungiku dari keraguanmu namun kau tak melihat betapa banyak kekurangan yang ada pada diriku. 

"Aku" yang ada dalam diriku, tinggal di dalam rumah yang senyap dan akan tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya tanpa aku dapat pahami dan tanpa aku dapat dapati.
Engkau tak akan percaya pada kata-kata yang aku katakan setelah sekian lama menggumpal di dalam dadaku, serta apa yang aku lakukan karena kata-kata bagimu hanyalah rancauan kesia-sia an belaka, sementara itu kebenaran sejati hanya ada di dalam pikiran mu sendiri. Dan perbuatan ku hanyalah ilusi semata.

Sahabatku,
Engkau tak dapat memahami pikiran-pikiranku yang berlayar di lautan. Engkau pun tak mungkin dapat memahami mengapa aku harus tetap tinggal di lautan sendiri.
Ketika engkau berkata ini adalah siang hari. Maka aku akan berkata ini adalah malam hari. Tetapi kemudian aku bercerita tentang terik siang yang berdansa melintas di atas bukit dan pada bayangan lembayung yang mencuri jalan menyeberangi lembah. Karena engkau tak dapat mendengar nyanyian kegelapanku dan tak pula dapat melihat sayap-sayapku yang menjelajahi bintang-bintang dan aku merasa kau tak akan pernah mendengar atau melihat. Karena sesungguhnya aku seorang diri menikmati ambang malam.

Sahabatku,
Kau memiliki seni kehidupan yang indah. Kehidupan yang cermat dan penuh kearifan. Bisa dikatakan bahwa hidupmu Maha Sempurna. Lalu aku pun berbicara dengan bijak dan cermat kepadamu. Sekalipun aku gila tetapi aku menopengi kegilaanku. Biarlah aku gila seorang diri saja.

Sahabatku,
Keindahanmu bukanlah keindahanku. Tetapi bagaimana bisa aku menjelaskan padamu untuk mengerti diriku. Sebab jalanku bukanlah jalanmu. Walaupun sebenarnya kita sedang berjalan dan bergandengan tangan bersama... end


Aku suka sekali dengan puisi karya Kahlil Gibran ini. Puisi ini kubaca saat aku masih duduk di bangku SMA. Lalu kemudian kutulis di dalam jurnal harianku. Dan hari ini aku membaca jurnal itu kembali dan aku merasa ingin menulisnya di blog ini. Maknanya dalam sekali... Tetapi tergantung persepsi kita masing-masing. Kalau menurutku puisi ini memberikan pengertian bahwa seorang sahabat yang walaupun kita telah lama menghabiskan waktu bersamanya. Yang mungkin kita telah mengenal watak dan sifatnya luar dalam. Mengenal segala kelebihan dan kekurangannya. Tetapi sebenarnya kita belum mengenal dirinya yang sebenarnya. Kita mungkin tidak tahu berapa banyak dia terluka atau menangis diam-diam. Karena seringnya diri kita hadir saat dia sedang berbahagia saja. Begitukah???

Friday, September 8, 2017

The Big Dream On My Bucket List


Today is Friday,,, For Moslem, Friday is the best day To Pray,, Pray for Everything. Pray for Our life, Pray for Our Parents, and For Rohingya and Palestine.

Saya cuma bisa nulis bahasa Inggrisnya segitu aja, hahaha. Efek udah gak pernah buka buku lagi. Yaps karena hari ini hari Jumat, waktu yang paling baik untuk memanjatkan doa, jadi di blog ini aku mau menulis impian-impian dalam hidupku. Kalo berbicara masalah impian di usiaku yang sekarang, rasanya agak memalukan. Orang-orang akan berkata, malu tuh sama umur. Sudah gede kok masih suka bermimpi, bangun gih, kerja yang bener dan jalani hidup mu apa adanya saja gak usah neko neko. Yang harus punya mimpi itu cukup anak kecil saja. Orang Dewasa tak usah bermimpi, cukup hadapi realita yang ada. Yaks, kalo mau dipikir itu ada benarnya juga seh #Gubrak.

Sewaktu masih kecil dulu, saat ditanya tentang mimpi apa yang ingin diwujudkan, kita refleks dengan mudah menjawab ingin jadi dokter, insinyur, polisi atau presiden. Sewaktu kecil dulu rasanya menjadi apa saja saat dewasa adalah sesuatu yang sangat mudah.

Ternyata kenyataannya tidak begitu. Beranjak dewasa, beban hidup terasa semakin berat,  kesadaran diri sudah lebih terbuka untuk menghadapi realita yang ada. Misalnya untuk menjadi seorang dokter harus kuliah dengan biaya yang tidak murah sodara-sodara. Dan bahkan untuk bisa lulus masuk di fakultas kedokteran harus ikut bimbingan belajar dulu dan belajar habis-habisan. Belum kalo udah mulai koass, butuh waktu dan tenaga ekstra yang katanya ini menjadi tahap terberat dari seluruh proses pendidikan kedokteran. Dan itu bukan hanya untuk dokter, untuk jadi insinyur, astronot atau presiden harus melalui proses panjang, berliku, dan melelahkan. Karena hal itu, banyak orang dewasa yang memilih untuk berhenti bermimpi. Karena bermimpi tidak semudah yang kita bayangkan saat masih kecil dulu. 

Tetapi bukan berarti di usia sekarang kita tak boleh bermimpi. Kita boleh bermimpi, boleh bercita-cita, boleh berangan-angan yang setingginya, tetapi ingat ada bayaran mahal untuk setiap mimpi yang ingin kita wujudkan. Ada perjalanan panjang yang harus kita tempuh, ada keringat dan air mata yang harus bercucuran deras, dan ada harga yang harus kita bayar. Proses itulah nantinya yang membuat mimpi-mimpi itu terasa manis jika berhasil kita wujudkan.

So,,, never stop to making wishes.. Jangan pernah berhenti untuk membuat daftar mimpi yang ingin kita wujudkan dalam hidup yang cuma sekali ini. 

Dan berikut daftar mimpi dan harapan yang ingin kuwujudkan di hidupku yang cuma sekali ini:

1. Umroh bersama Orang Tua

    Harapan ini menempati posisi pertama di Bucket Listku. Sesuatu yang paling ingin kuwujudkan dalam hidupku. Mengajak ayah dan ibuku sholat dan berdoa di depan ka'bah. Semoga tabungan doa dan budgetnya bisa segera penuh untuk mewujudkan hal ini. 

2. Bertemu Pasangan Halalku

     Dan ini menjadi harapan kedua, hahaha. Buatku yang masih single di usia yang sekarang rasanya lumayan melelahkan. Lelah dilanda rindu. Aduh, kamu pasangan halal ku dimana seh nyasarnya, kok kita belum ketemu ketemu juga. (Hahahaha curhat parah) 

Beberapa tahun lalu, aku terlalu malu untuk berdoa agar dipertemukan dengan jodoh. Alasannya karena aku tak ingin mendikte Tuhan. Tetapi sekarang doa ini menjadi doa yang paling sering kubaca bukan hanya di akhir sholat dan di dalam sujud tetapi kutitipkan juga saat selesai bersedekah, selesai adzan, saat hujan turun dengan deras, dan kutitipkan juga pada angin, pada rembulan dan ilalang. Hahaha lebay stadium akut. Yang pasti, sekarang aku benar-benar merindukanmu, seseorang yang aku tak tahu siapa dan ada dimana. Aku rindu untuk sholat dibelakangmu, dan menggegam tanganmu untuk menuju Jannah Nya.

3. Travelling ke Luar Negeri

     Melakukan perjalanan adalah salah satu harapanku. Tahukan kalau dengan melakukan perjalanan kita bisa memetik beragam hikmah dan pengetahuan. Kenapa aku pilih luar negeri? karena melakukan perjalanan keluar negeri itu tantangannya lebih berat. Harus ngurus passport dulu, ngurus visa dulu, belum lagi beda bahasa, beda budaya, dan beda suasana tentunya. Karena banyaknya perbedaan itu, diri kita ini bisa belajar sudut padang yang baru. Sapa tau sambil melakukan perjalanan ketemu jodoh.



Kalo bisa jalan-jalan ke Luar Negeri kota yang paling ingin kukunjungi adalah Quebec Canada, Osaka Jepang, Seoul Korea, Ankara Turkey, dan Dubai Abu Dhabi. Membayangkan bisa jalan-jalan kesana saja sudah membuatku bahagia, apalagi kalo bener-bener bisa menginjakkan kaki di kota-kota cantik itu, pasti lebih bahagia lagi.




4.  Mendapatkan beasiswa untuk Sekolah lagi

      Sekolah lagi,, adalah salah satu harapanku. Datang ke kampus pagi-pagi, duduk mendengarkan dosen memberi kuliah, bersantai di perpustakaan dengan tumpukan buku-buku, dan begadang mengerjakan tugas adalah salah satu moment menyenangkan dalam hidupku. Hahahah, ternyata bahagiaku sederhana sekali. Yaps aku ingin sekali bisa melanjutkan studyku dengan bantuan beasiswa. Aku sempat merasa susahnya fokus belajar dengan bayang-bayang uang sekolah yang mahal. Nah, jika ingin melanjutkan sekolah lagi, aku ingin bisa melaluinya dengan bantuan beasiswa. Jika bukan beasiswa dari negara atau beasiswa dari perusahaan, sapa tau aku bisa dapat beasiswa dari suami. Tetapi aku lupa kalau belum punya suami hahahah.

5. Menang Lomba Blog

    Menang lomba blog juga masuk salah satu harapanku. Aku mulai iseng menulis di blog sejak pertengahan 2015. Namanya juga iseng kan, jadi nulisnya kalo mood lagi bagus aja. Tetapi memasuki tahun 2017 ini aku mulai serius untuk tidak menjadikan blogku ruang hampa. Hahahha. Aku mulai rutin untuk menulis walaupun cuma sekali seminggu. Lalu kemudian semangat untuk menulis semakin bertambah karena liat postingan-postingan blogger kece yang menang lomba blog hingga dapat voucher jalan-jalan gratis. Aku ngiler liatnya. Aku juga mau menang lomba kayak gitu. Tetapi apa daya, gaya penulisan dan semangat nulisnya masih receh. Jangankan mau menang, untuk ikut lombanya aja, kadang gak punya ide mau nulis apa. Jadi semoga besok-besok lebih sering lagi nulis di blog nya, dan bisa menang lomba suatu hari nanti.
 

 6. Menerbitkan Buku

      Tamat SMA dulu, semangat membacaku mulai tinggi. Aku mulai kenal dengan beberapa penulis novel keren seperti Asma Nadia, Habiburrahman El Zhirazy, Andrea Hirata, Tere Liye, dan masih banyak lagi. Saya suka takjub saat baca bukunya. Karena dengan hanya membaca bukunya saja, emosiku kadang teraduk-aduk, bahkan aku sering sampai meneteskan air mata atau tertawa terbahak-bahak. Keren banget... Jadi sejak saat itu aku berdoa supaya bisa jadi penulis buku.

      

7. Punya Rumah Impian

    Rumah impian macam di drama korea Full House kayaknya keren pake banget. Rumah putih megah yang berdiri cantik di bibir pantai. Tetapi aku tak bermimpi punya rumah seperti itu. Aku hanya ingin punya rumah dengan halaman luas. Jadi fokusnya di halaman luas saja, hahaha. Alasannya, halaman luas bisa menjadi tempat anak-anak bermain dan berlari-lari. Tempat duduk santai sambil membaca buku dan ngeteh saat sore hari. Tempatku untuk menanam bunga di halaman depan, dan menanam sayur dan tanaman obat-obat an di halaman belakang. Kalo gini berarti harus beli rumah di daerah pedesaan. Soalnya tanah di daerah perkotaan harganya selangit euy..Selain itu, aku bermimpi memiliki perpustakaan mini dan mushalla di dalam rumah. Jadi anak-anak bisa belajar, sholat dan mengaji dengan tenang. Ahhh, indahnya jika bisa seperti itu.

8. Aku Ingin Punya Mesin Jahit

     Dari dulu aku selalu iri sama teman-teman akhwat yang jago menjahit. Kayaknya keren banget kalo bisa mendesain dan menjahit baju sendiri. Tetapi gimana yak, mau belajar menjahit, tetapi gak punya waktu luang untuk kursusnya. Jadi solusinya adalah harus punya mesin jahit sendiri. Kalo udah punya mesin jahit sendiri kan, bisa belajar secara otodidak di rumah. Kan banyak tuh tutorial menjahit di youtube. 



 9. Belajar Berenang, Memanah dan Bela Diri

    Tahukan kalo muslim yang kuat lebih disayangi oleh Allah dibandingkan muslim yang lemah. Jadi aku bercita-cita menguasai olahraga yang disunnahkan oleh Rasulullah yaitu Berenang, Memanah dan berkuda. Selain itu aku juga ingin sekali menguasai ilmu bela diri. Disamping untuk menguatkan raga, menguasai ilmu bela diri sebaiknya dikuasai oleh Muslimah mengingat kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Jadi semoga diberikan kesehatan dan kesempatan untuk belajar berenang, Memanah dan Bela diri. Lebih keren lagi kalau bisa menguasai dan jadi masternya.

 10. Mimpiku selanjutnya adalah Menjadi Volunteer 

        Suka merasa kesal dan hati teriris-iris saat melihat saudara-saudara seiman yang terbunuh dan tersakiti di negaranya sendiri. Saudara muslim di Rohingya, Palestine, Suriah yang tiap hari merasa khawatir dan was-was. Aku tak bisa membayangkan jika diriku berada di posisi mereka. Mungkin aku tak akan sanggup bertahan. Aku punya mimpi untuk menjadi relawan kemanusiaan menolong dan membantu saudara-saudara yang tertindas disana. Tetapi karena situasi dan kondisiku yang tidak memungkinkan akhirnya hanya bisa berdoa dan menyumbang yang tak seberapa. 
Jadi Semoga suatu hari nanti diberi kekuatan untuk bisa menjadi relawan kemanusiaan dan sama berjihad disana..      


Hey you. (My Self),, never give up yak ...

Selama kita masih bernafas, jantung masih berdetak, darah masih mengalir dan kita masih hidup sehat wal'afiat, kejar mimpi-mimpimu, kalau gagal coba lagi, kalau jatuh bangkit lagi, sakit,,pasti iya. Tetapi Hidup'kan cuma sekali,kita tak tahu kapan ajal menjemput. Jadi selama hal yang kita lakukan tidak membuat kita masuk neraka,, lakukan saja,, tak usah hiraukan anjing yang menggonggong. Karena itu anjing tetangga yang ada di dalam pagar, jadi tak akan mengigit, hohoho. Jadi Mari susun mimpi-mimpi itu, bangun dari tidur, bangkit dan sambut hari baru ini dengan semangat baru. Karena setiap hari adalah hari terbaik untuk mulai mengejar mimpi-mimpi itu.


Doakan aku bisa mewujudkan My Wishes ini sebelum ajal menjemputku yah...